FKUB Minta Disamakan dengan MUI, Khofifah: Iku Presiden Rek!

WEWENANG PRESIDEN: Khofifah, permintaan FKUB Disamakan dengan MUI wewenang presiden. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
WEWENANG PRESIDEN: Khofifah, permintaan FKUB Disamakan dengan MUI wewenang presiden. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

BATU, Barometerjatim.com – Disambati Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) soal anggaran agar disamakan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa enggan berkomentar karena bukan wewenangnya.

“Iku (itu wewenang) presiden rek!” katanya singkat, usai membuka Silaturahmi Nasional Organisasi Perempuan Keagamaan (OPK) 2020 di The Singhasari Resort, Kota Batu, Kamis (17/12/2020) malam.

Sebelumnya, dalam sambutannya Ketua FKUB Jatim, Ahmad Hamid Syarif mengeluhkan soal anggaran yang terbatas karena tidak semua kabupaten/kota mampu memberikan dana hibah, sehingga FKUB tidak mampu melaksanakan sebuah kegiatan.

Hamid meminta Khofifah memfasilitasi agar Presiden Jokowi mengubah Peraturan Bersama Menteri (PMB) antara Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 yang menjadi dasar FKUB menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

Dengan demikian, FKUB bisa setara dengan MUI yang anggarannya sudah masuk APBN dan APBD. “Jadi dengan hormat, ini karena pekerjaan FKUB ke depan sangat berat,” katanya.

“Harapan saya, Ibu Gubernur bisa memfasilitasi kepada Bapak Presiden walaupun ketua asosiasi se-Indonesia sering menghadap presiden untuk mengubah PMB menjadi Perpres sama dengan MUI,” pinta Hamid.

Namun, sekali lagi, Khofifah enggan menanggapi. Gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu memilih fokus pada forum malam itu. Termasuk mengajak OPK untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Di antaranya lewat kekuatan persaudaraan, serta menggerakkan roda perekonomian terutama sektor UKM.

“Kita ingin mereka juga menjadi inisiator, pelopor, untuk membangun kekuatan ekonomi yang sebetulnya dimiliki oleh masing-masing OPK ini,” kata Khofifah.

“Semua punya binaan-binaan UKM. Nah, hari ini UKM itu sebetulnya mendapatkan ruang yang luas untuk bisa mendapatkan support, baik dari permodalan maupun akses pasar,” tandasnya.

Khofifah memandang, silaturahmi nasional ini memiliki dua kekuatan sekaligus. Pertama, komandannya adalah OPK, sehingga diharapkan persaudaraan intern dan antarumat beragama bisa terkonsolidasikan.

“Kedua, kekuatan ekonomi yang bisa digerakkan oleh OPK. Sehingga suasana pandemi Covid-19 ini kita jawab dengan kekuatan persaudaraan, kekuatan ekonomi, yang bisa didorong oleh OPK,” katanya.

» Baca Berita Terkait FKUB, Khofifah