Soal Puncak Covid-19, Khofifah Heran dengan Pernyataan JK!

COVID-19 BELUM BERHENTI: Khofifah saat memberi arahan kepada Ansor Jatim di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
COVID-19 BELUM BERHENTI: Khofifah saat memberi arahan kepada Ansor Jatim di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Senin (14/12/2020) lalu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) hadir di Grahadi untuk melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Jatim Masa Bakti 2020-2025.

Sepeninggal JK dari Grahadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa malah dibuat heran. Kok? Bukan soal PMI, tapi terkait pernyataan JK yang menyebut kalau saat ini belum puncak pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kok bisa ya Pak JK bilang ini belum puncaknya? Kan.. kalau ini belum puncaknya, puncaknya lalu seberapa, coba?” katanya dengan nada heran, saat penyerahan bantuan masker dari PP GP Ansor bekerja sama dengan Aice Group kepada PW GP Ansor Jatim di Grahadi, Sabtu (19/12/2020) petang.

Meski heran dengan pernyataan JK,  Khofifah bisa membandingkan terkait kondisi kabupaten yang satu dengan kabupaten lainnya. Begitu pula soal situasi layanan kesehatan hingga tenaga kesehatannya.

Khofifah juga baru menandatangani tambahan rumah sakit rujukan. Dari semula 127 menjadi 142. “Jadi ada tambahan 15 rumah sakit rujukan baru, baru kemarin saya tanda tangani,” katanya.

Sebetulnya, rumah sakit rujukan baru diajukan Oktober lalu. Tapi karena pandemi terlihat landai, banyak kamar kosong, bahkan rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) 20-25 persen, sehingga Khofifah memutusakan tidak perlu penambahan.

“Tapi kemudian setelah ini ada tren kenaikan kembali, tambah 15 lagi rumah sakit rujukan di Jatim. Itu artinya apa, bahwa ini ada tren kenaikan kasus yang itu harus kita turunkan dengan melandai,” katanya.

Karena itu, menggunakan masker menjadi sangat penting, mengingat penyebarannya di Jatim belum berhenti. Terlebih JK juga memprediksi masyarakat masih akan mengunakan masker hingga dua tahun ke depan.

“Beliau menyampaikan, mungkin kita ini masih bermasker satu dua tahun ke depan,” kata gubernur yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU tersebut.

Khofifah juga meminta Ansor tidak hanya membagikan masker, tapi juga perlu diikuti edukasi kepada masyarakat. “Bahwa hari ini penyebaran Covid-19 belum berhenti. Kalau sudah berhenti tidak usah lagi divaksin,” katanya.

“Masyarakat juga harus teredukasi bukan hanya menggunakan masker yang benar, tapi menggunakan masker pada kurun waktu tertentu. Jadi bukan sekadar pesan kesehatan, tapi juga pesan keselamatan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona