Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Endus Sindikat Jual Beli Vaksin Booster, Dinkes Surabaya Lapor Polisi!

Berita Terkait

BOOSTER BELUM DIMULAI: Awas, ada sindikat jual beli vaksin booster di Surabaya yang dijual Rp 250 Ribu. | Foto: Barometerjatim/IST
BOOSTER BELUM DIMULAI: Awas, ada sindikat jual beli vaksin booster di Surabaya yang dijual Rp 250 Ribu. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Vaksin booster Covid-19 untuk warga baru dimulai 12 Januari 2022. Namun di Surabaya sudah ada yang menjual vaksin booster berjenis Sinovac dengan harga Rp 250 ribu.

Menduga ada sindikat jual beli vaksin booster berbayar dan ilegal di Kota Pahlawan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya lantas melaporkannya ke polisi.

”Terkait kasus tersebut, Dinas Kesehatan Surabaya telah melaporkan ke Polrestabes Surabaya dan saat ini ditangani Kasatreskrim Polrestabes,” terang Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Rabu (5/1/2022).

Saat ini, lanjut Nanik, pihaknya masih menunggu hasil penelusuran Polrestabes Surabaya. “Dan menunggu hasil penyidikan dari pihak Polrestabes,” ujarnya.

Dia juga memastikan, vaksin booster untuk warga masih belum dilakukan karena Pemkot Surabaya masih menunggu Surat Edaran (SE) dan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.

”Sampai dengan saat ini, (vaksin booster) belum ada SE dan petunjuk teknis terkait hal tersebut,” tandasnya.

Pemerintah pusat sendiri baru memulai program vaksin booster pekan depan, 12 Januari 2022. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga sudah melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya, memastikan stok vaksin yang dibutuhkan tercukupi. Saat ini, pemerintah sudah mengamankan stok vaksin sekitar 113 juta dosis dari total kebutuhan 230 juta dosis.

Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, baru diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin booster, kata Budi, rencananya akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Budi.

Selain itu, vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Sampai sekarang ada 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Budi.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -