Dispekulasikan Dukung Fandi Utomo, Khofifah: Belum Subuh!

Khofifah dorong Fandi Utomo maju di Pilwali Surabaya 2020. Bukan berarti dukungan. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang/ist
Khofifah dorong Fandi Utomo maju di Pilwali Surabaya 2020. Bukan berarti dukungan. | Foto: Barometerjatim.com/Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Disebut pengamat bakal menjadi “faktor”, Khofifah Indar Parawansa masih enggan bicara soal Pilwali Surabaya 2020. Termasuk terkait spekulasi kalau dirinya mendukung kandidat dari PKB, Fandi Utomo.

“Nantilah, durung (belum) subuh!” kata perempuan yang juga gubernur Jatim terpilih 2019-2024 itu, sebelum bertolak ke Taiwan untuk menghadiri deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), pekan lalu.

Pun saat ditanya siapa kandidat yang akan dimunculkan, “Durung subuh, durung subuh! katanya mengulang perkataan sambil tersenyum, seolah memberi isyarat kalau masih terlalu dini — bahkan belum pagi — membicarakan dukungan di Pilwali Surabaya 2020.

Belakangan, Khofifah gencar disepekulasikan bakal mendukung Fandi Utomo, lantaran letupannya saat acara tasyakuran dan doa bersama PAC Muslimat NU Semampir, Surabaya, 25 Juli 2028.

Di acara yang juga dihadiri Fandi Utomo itu, Khofifah ‘menantang’ mantan politikus Partai Demokrat tersebut maju di Pilwali Surabaya untuk kali kedua.

“Beliau dulu pernah nyalon wali kota (2010), saya menantang ke beliau, ayo Pak, ikut lagi pencalonan wali kota,” kata Khofifah saat itu.

Namun Fandi, kata Khofifah, ingin berkonsentrasi terlebih dahulu sebagai Caleg. “Kata beliau, Bu saya mau nyaleg DPR dulu. Jadi beliau mau calon legislatof dari PKB,” sambung Khofifah.

Sebatas Motivasi

Tantangan inilah yang lantas memicu spekulasi politik, kalau Fandi yang akan dijagokan Khofifah. Namun Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menggarisbawahi ‘tantangan’ itu tak lebih dari dorongan, jangan dimaknai bentuk dukungan. Bukan!

“Ndak! (Bukan dukungan) Saya pikir yang dilakukan Bu Khofifah adalah mendorong, memotivasi calon-calon potensial,” kata pengamat yang juga CEO The Initiative Institute tersebut.

“Bu Khofifah kan melihat, misalnya FU (Fandi Utomo) ini memiliki keinginan untuk maju kan? Maka dimotivasi. Begitu pula yang lain kalau punya keinginan maju, bisa jadi akan dimotivasi juga karena Surabaya ini kota yang dinamis,” paparnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pilwali Surabaya, Fandi Utomo