Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Bima Arya: Bawahan Menyesatkan Jadi Jebakan Kepala Daerah!

Berita Terkait

HATI-HATI JEBAKAN: Bima Arya Sugiarto, bawahan yang menyesatkan bisa menjadi jebakan bagi kepala derah. | Foto: IST
HATI-HATI JEBAKAN: Bima Arya Sugiarto, bawahan yang menyesatkan bisa menjadi jebakan bagi kepala derah. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyebut ada dua jebakan berbahaya yang dihadapi para kepala daerah, baik itu bupati, wali kota, maupun gubernur.

“Pertama, jebakan quick win (kemenangan cepat/percepatan program), saya sering bilang quick win trap,” katanya saat memberikan testimoni dalam Anugerah Meritokrasi 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di The Westin Grand Ballroom, Surabaya, Selasa (7/12/2021).

Apa itu quick win trap? “Kami itu, kepala daerah, didorong, didesak, dikondisikan, diminta melakukan hal-hal yang konkret, cepat terasa, cepat terlihat. 100 hari, dua bulan, tiga tahun,” kata Arya Bima.

“Bisa bagus, bisa berbahaya. Bagus kalau memang ada dampaknya secara substantif jangka panjang. Tapi berbahaya, ketika sebetulnya bukan itu yang diminta dan dinanti oleh warga. Berbahaya ketika itu tidak sustainable,” jelasnya.

Akibatnya, kata Bima Arya, banyak kepala daerah yang terobsesi dengan program 100 hari, 1.000 hari, setahun, dua tahun. Begitu selesai masa jabatan, selesai pula, tidak ada legacy.

“Jebakan quick win mungkin karena orientasi survei, orientasi elektabilitas atau popularitas. Padahal populisme belum tentu sesuatu hal yang substantif,” tandasnya.

Kedua, yakni jebakan bawahan yang menjadi pembisik menyesatkan. Bawahan yang karena kedekatan, justru bisa menyesatkan kepala daerah.

“Bawahan yang punya persoalan dalam hal integritas tapi memiliki akses tidak terbatas pada atasan, sehingga output dan outcome kebijakan itu berbahaya,” kata Bima Arya.

“Nah, dua jebakan itu insyaallah tidak terjadi, ketika kami diarahkan, dibimbing, dibina, dikondisikan untuk membangun sistem,” tandasnya.

Terlindungi karena Sistem

Sistem inilah, kata Bima Arya, yang kemudian memastikan bahwa semuanya sustainable, berlanjut ke depan. Jadi bukan hanya orientasi untuk 100 hari, satu tahun, dua tahun, tapi sistem.

“Sistem inilah yang kemudian juga melindungi kami dikelilingi oleh orang-orang yang tidak berintegritas dan tidak memiliki kompetensi. KASN membantu kami kepala daerah untuk membangun sistem dengan meritokrasi yang terukur dan terencana,” katanya.

Selebihnya Bima Arya bersyukur karena pada Anugerah Meritokrasi 2021 ini Kota Bogor meraih predikat sangat baik, setelah sebelumnya di 2019 meraih predikat baik berkat ikhtiar memperbarui delapan aspek dari sistem merit serta dibimbing dan diarahkan KASN,

“Kami berterima kasih, bersyukur karena diingatkan atas dimensi-dimensi prosedural yang harus kami perbaiki, mulai dari perencanaan, pembinaan, kepegawaian, dan lain-lain,” katanya.

Namun ke depan, menurut Bima Arya, tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan hal-hal yang sulit diukur menjadi lebih bisa diukur .

“Hal-hal yang sulit untuk dikuantifikasi karena lebih pada dimensi kualitas itu lebih bisa dikuantifikasi, yakni integritas tadi,” ucapnya

» Baca Berita Terkait Anugerah Meritokrasi

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -