Banjir di Jatim Meluas, Terjang 15 Wilayah, Madiun Terparah!

Madiun terparah! Banjir di Jatim akibat intensitas hujan yang tinggi menerjang 15 kabupaten. | Foto: Ist
Madiun terparah! Banjir di Jatim akibat intensitas hujan yang tinggi menerjang 15 kabupaten. | Foto: Ist

MADIUN, Barometerjatim.com – Banjir di Jatim kian meluas! Hingga Kamis (7/3/2019) hari ini tercatat 15 wilayah terendam akibat luapan air dari sungai terdekat. Terparah di Kabupaten Madiun, menerjang 39 desa di delapan kecamatan.

Dari pengamatan di Desa/Kecamatan Balerojo, Kabupaten Madiun, sampai pagi tadi area persawahan terlihat seperti lautan. Beberapa rumah ikut terendam, sedangkan arus lalu lintas Madiun-Surabaya tersendat hebat lantaran diatur sistem buka-tutup.

Hari ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajarannya juga turun ke Madiun. Sekitar pukul 09.00 WIB, Khofifah tiba di Balai Desa Garon, Kecamatan Balerojo, tempat sejumlah warga terdampak mengungsi.

Setelahnya, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyusuri rumah-rumah warga yang terendam banjir dengan menumpangi perahu karet. “Sing sabar enggih Bu (Yang sabar ya Bu),” kata Khofifah menyapa warga terdampak.

Sementara data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim menyebutkan, banjir di Kabupaten Madiun terjadi sejak Rabu (6/3/2019) akibat luapan air Sungai Jeroan lantaran intensitas hujan yang tinggi.

Sungai meluap setelah tiga titik tanggul di Desa/Kecamatan Balerejo retak dan jebol. Alhasil, 39 desa di delapan kecamatan ikut terdampak. Rumah warga dari 4.317 kepala keluarga (KK) yang dihuni total 17.268 orang terendam.

Selain itu, 253 hektare sawah tergenang dan lebih dari dua ribu hewan ternak hanyut terbawa arus, ditambah dua jembatan dan dua unit rumah rusak.

Intensitas Hujan Tinggi

Di saat yang sama, banjir akibat luapan Sungai Kuncir melanda 12 desa di enam kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Di Kabupaten Ngawi, luapan Sungai Bengawan Madiun menyebabkan 4.490 KK di 18 desa enam kecamatan terdampak. Di Magetan, luapan sungai di Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, menyebabkan desa setempat terendam banjir.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Luapan Sungai Avoer merendam rumah 498 KK di tiga desa di Krembung. Di Kabupaten Kediri, luapan air sungai menggenangi Kecamatan Gurah. Di Kabupaten Bojonegoro, luapan Kali Pacal membanjiri 23 desa di delapan kecamatan.

Di Kabupaten Tuban, luapan Kali Kening menyebabkan banjir di Kecamatan Parengan. Di Kabupaten Gresik, luapan air dari sungai di Desa Sumber dan Jetis menyebabkan persawahan dan jalan di desa setempat terendam.

Di Kabupaten Pacitan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Grindulu di Kecamatan Arjosari meluap dan menerjang 10 desa di dua kecamatan. Di Trenggalek, banjir luapan sungai Ngasinan di Kecamatan Trenggalek juga menyebabkan banjir di 14 desa di lima kecamatan.

Pun demikian di Kabupaten Ponorogo. Banjir di wilayah Kecamatan Balong terjadi akibat hujan intensitas tinggi. Di Kabupaten Lamongan, banjir luapan sungai Bengawan Solo berdampak pada satu desa di satu Kecamatan. Terbaru, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa desa di Kabupaten Blitar.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Bencana Alam