Angka Perceraian di Jatim Capai 121 Ribu Kasus, Solusi Khofifah?

Khofifah terima audiensi ketua PTA Surabaya di Grahadi, Selasa (5/3/2019). | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Khofifah terima audiensi ketua PTA Surabaya di Grahadi, Selasa (5/3/2019). | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Angka perceraian di Jatim ternyata cukup tinggi. Merujuk data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya mencapai sekitar 121 ribu kasus dengan penyebab tertinggi, yakni ketidakharmonisan dan persoalan ekonomi.

Melihat kenyataan tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan meningkatkan koordinasi antarinstansi, Ormas serta lembaga perguruan tinggi (PT) untuk menurunkan angka perceraian dan pernikahan usia dini di wilayah Jatim.

Menurut Khofifah, hal ini penting dilakukan karena semakin tinggi perceraian semakin banyak berpengaruh pada kualitas hidup keluarga, terutama anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan tumbuh kembang dengan baik.

“Silaturahim ini menjadi starting point kita untuk mengintervensi semaksimal mungkin, untuk menurunkan angka perceraian dan nikah usia dini di Jatim,” ungkap Khofifah saat menerima audiensi Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya di Gedung Nagara Grahadi, Surabaya, Selasa (5/3/2019).

Khofifah menjelaskan, salah satu cara yakni dengan memperkuat pelaksanaan kursus calon pengantin (suscatin). Dengan mengikuti suscatin, muda-mudi atau pasangan calon pengantin akan dibekali materi dasar tentang pengetahuan dan keterampilan tentang dinamika kehidupan berumah tangga.

“Masalah ini merupakan tanggung jawab kita semua, maka yang harus diperkuat adalah di sisi preventif dan promotif,” tegasnya.

Selain itu, untuk membangun komitmen bersama, Khofifah akan membuat Focus Group Discussion (FGD) untuk sinergitas mulai dari Pemprov, Kemenag, PTA serta Pemda untuk fokus menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Ketua PTA Surabaya, Bahrussam Yunus menyambut baik tawaran Khofifah dan pihaknya siap untuk fokus mengurangi angka perceraian di Jatim.

“Kami akan membantu Ibu, apalagi kami memiliki 37 pengadilan agama yang tersebar di Jatim,” tuturnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Perceraian