Reaksi Cepat! Khofifah Tambah JPS Sampang Jadi 2 Kali Lipat

PESANTREN TANGGUH: Khofifah serahkan bantuan ke Ponpes Darul Ulum Omben, Sampang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PESANTREN TANGGUH: Khofifah serahkan bantuan ke Ponpes Darul Ulum Omben, Sampang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SAMPANG, Barometerjatim.com – Reaksi cepat ditunjukkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam menanggapi keluhan Bupati Sampang, Slamet Junaidi terkait jumlah warga terdampak Corona (Covid-19) penerima bantuan pangan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Tak tanggung-tanggung, Khofifah melipatgandakan jumlah penerima JPS di Sampang dari semula 10 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai Rp 6 miliar, menjadi 10 ribu KPM atau senilai Rp 12 miliar.

“Dalam rangka merespons Pak Bupati, karena saya sudah datang ke sini, maka saya minta ditambah menjadi dua kali, Pak,” ujar Khofifah kepada Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono yang disambut aplaus hadirin.

Khofifah hadir di Sampang, Rabu (10/6/2020), untuk mempersiapkan transisi menuju new normal. Agenda utama kunjungan, yakni meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum di Desa Gersempal, Kecamana Omben, sebagai pesantren tangguh bebas Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako 200 paket, masker kain 1.000 pcs, sprayer elektrik 2 unit, hand sanitizer 63 liter, kacamata Goggle 10 pcs, sepatu boot 2 buah, dan tempat cuci tangan 5 unit.

Lalu sarung tangan latex 200 pasang, baju hazmat 10 pcs, face shield 10 pcs, termometer guns 2 unit, vitamin C 1200 kapsul, lysol 20 liter, serta dompet Covid-19 sebanyak 1.400 buah.

Sebelumnya, lewat acara peresmian pesantren tangguh di Ponpes Darul Ulum tersebut, Bupati Slamet mengeluh ke Khofifah terkait jumlah warga tidak mampu yang terdampak Covid-19 belum semuanya tercover bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami, dalam kesempatan ini mohon kiranya (untuk bantuan dari provinsi) ditambah delapan ribu atau kiranya berapa yang penting bambah,” kata Slamet.

Sebab, menurut Slamet, banyak warga di Sampang terdampak Covid-19, terutama mereka yang biasanya mengandalkan penghasilan harian. Begitu pula sektor pariwisata dan para pekerja migran.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona