Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Awal 2022, Puluhan Warga Jawa Timur Diserang Demam Berdarah!

Berita Terkait

CEGAH DBD: Upaya cegah Demam Berdarah Dengue (DBD), petugas lakukan fogging di kawasan permukiman. | Foto: Barometerjatim/IST
CEGAH DBD: Upaya cegah Demam Berdarah Dengue (DBD), petugas lakukan fogging di kawasan permukiman. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Selain Covid-19 belum benar-benar pergi, warga Jawa Timur patut mewaspadai serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) mengingat saat ini memasuki puncak musim penghujan.

Terlebih di awal 2022, 1 hingga 5 Januari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat ada puluhan warga di provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu diserang DBD.

“Kasus DBD di Jatim sebanyak 69 orang, tanpa ada kematian,” terang Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono dalam keterangannya, Kamis (6/1/2021).

Situasi ini patut diwaspadai, sebab pada 2021 penderita DBD di Jatim tercatat 5.961 dengan jumlah kematian 67 orang (Case Fatality Rate/CFR 1,1%), meski jumlah penderita DBD ini turun dibandingkan dengan 2020.

Dari 5.961 penderita DBD pada 2021, Erwin merinci, penderita tertinggi ada di Kabupaten Situbondo  (475 orang). Disusul Kabupaten Jember (392), Kabupaten Sidoarjo (330), Kabupaten Bojonegoro (323), dan Kabupaten Kediri (271).

Sedangkan jumlah kematian DBD tertinggi 2021 yakni Kabupaten Nganjuk (9 orang), Kabupaten Bojonegoro (5), Kabupaten Malang (5), Kabupaten Sidoarjo (5), Kabupaten Pasuruan (4), dan Kabupaten Situbondo (4).

Upaya yang dilakukan Dinkes Jatim? Menurut Erwin, yakni meningkatkan peran masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus melalui kegiatan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

“Lalu promosi kesehatan melalui berbagai media, koordinasi dengan sektor terkait dalam upaya pencegahan penyakit DBD, dan surveilans kasus DBD di daerah,” paparnya.

Selain itu, lanjut Erwin, pihaknya juga menyiapkan sarana pelayanan kesehatan, tenaga dan logistik, dalam upaya pengendalian penyakit DBD.

Erwin mengingatkan, gejala DBD ditandai demam 2-7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan. Lalu penurunan jumlah trombosit kurang dari 100 ribu per milimeter kubik, serta adanya kebocoran plasma ditandai peningkatan hematokrit di atas 20 persen dari nilai normal.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -