Minggu, 25 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anak 7 Tahun di Surabaya Derita Lumpuh Otak, Pemkot Beri Respons Cepat!

Berita Terkait

KEIBUAN: Rini Indriyani, jenguk warganya yang mengalami kelumpuhan otak. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KEIBUAN: Rini Indriyani, jenguk warganya yang mengalami kelumpuhan otak. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya merespons cepat adanya anak usia tujuh tahun, Moch Aryadava Putra Qidzam yang mengalami cerebral palsy atau kelumpuhan otak.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, mendatangi langsung tempat tinggal Aryadava di Jalan Simo Katrungan Baru 73, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Selasa (15/2/2022).

Kedatangan Rini serta jajaran Dinas Sosial (Dinsos) untuk menyerahkan langsung sejumlah bantuan. Di antaranya kursi roda khusus, popok anak, susu, makanan frozen hingga kue kering. Kunjungan ini sekaligus untuk memberikan penguatan motivasi dan semangat kepada orang tua Aryadava.

“Jadi adik Arya ini dia termasuk cerebral palsy, dia tidak bisa bergerak, sehingga kita harus beri intervensi,” kata Rini seusai menyerahkan bantuan.

Selain memberikan bantuan secara langsung, Rini menyatakan bahwa Pemkot sebelumnya juga sempat merujuk Arya agar mendapatkan perawatan secara intensif ke RSUD dr Soewandhie.

“Tetapi, karena Arya tergolong sakit khusus, maka kemudian harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo,” jelasnya.

Sedangkan orang tua Aryadava juga tercatat sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Keluarganya pun sebelumnya juga telah mendapatkan sejumlah intervensi bantuan sosial. Mulai dari Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan program permakanan dari kelurahan.

“Kita juga berikan kursi roda khusus. Jadi karena anak ini tidak bisa duduk dan berdiri dengan tegak. Sehingga dengan kursi roda khusus ini dia bisa menampung berat badannya,” katanya.

Rini juga mengimbau masyarakat agar dapat menginformasikan jika menemukan hal serupa. Apabila masyarakat menjumpai kasus-kasus sosial lain juga bisa disampaikan lewat kader, kelurahan atau Puskesmas agar di entry ke aplikasi Sayang Warga.

Siti Maesaroh, ibunda Aryadava, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia mengaku senang karena Rini datang langsung ke rumahnya untuk menyerahkan bantuan sembari memberikan motivasi dan semangat.

Alhamdulilah, terima kasih banyak, saya senang anak saya diperhatikan Pak Wali Kota,” kata Maesaroh.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -