Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pesepak Bola Muda Surabaya Tutup Usia, Istri Eri Cahyadi Bersimpuh di Depan Jenazah

Berita Terkait

BERDUKA: Rini Indriyani (kiri) menenangkan ibunda almarhum Ahmad Faruq Idhom Afi. | Foto: Barometerjatim/IST
BERDUKA: Rini Indriyani (kiri) menenangkan ibunda almarhum Ahmad Faruq Idhom Afi. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Masih ingat Ahmad Faruq Idhom Afi? Ya, pesepak bola muda (17) asal Surabaya penderita sakit kronis yang mendapatkan pendampingan perawatan secara intensif dari Pemkot Surabaya itu meninggal dunia, Rabu (19/1/2022).

Afi meninggal dunia di RSUD dr Soewandhie pasca dirawat selama tiga pekan, terhitung sejak Pemkot Surabaya memberikan intervensi dan merujuknya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan intensif, Rabu (19/1/2022).

Kabar meninggalnya Afi terdengar langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Di sela menyampaikan sambutan dalam acara pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD se-Surabaya, dia pun mengajak para undangan yang hadir untuk mendoakan almarhum.

“Saya dapat kabar, adik Afi yang pernah ikut seleksi sepak bola nasional PSSI dan kemarin sakit karena jatuh, hari ini meninggal dunia di rumah sakit. Saya mohon doanya,” kata Eri di Gedung Convention Hall Surabaya.

Mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani langsung berangkat takziah ke rumah duka di Jalan Simorejo 11/11A RT 05 RW 02 Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal.

Kedatangan Rini yang juga istri Eri Cahyadi itu membuat tangis Farida, ibunda almarhum tak terbendung. Rini pun langsung memeluknya sembari menguatkan hatinya tepat di hadapan jenazah Afi.

“Ya Allah, hati saya runtuh melihat mama (ibu) ananda Afi yang begitu kuat dan tangguh. Ibu (Farida) harus kuat nggih,” kata Rini.

Sebelum dishalatkan ke Masjid, Rini kemudian mengajak keluarga almarhum untuk bersama-sama mendoakan Afi. Duduk bersimpuh di hadapan jenazah, Rini membaca yasin dan tahlil dengan dipimpin tokoh agama setempat.

Afi, sebelum dirawat di RSUD dr Soewandhie sempat dirawat di RS dr Ramelan Surabaya selama dua bulan dan didiagnosa ada penyumbatan di otaknya.

“Saat akan dilakukan tindakan operasi keluarganya menolak, bahkan dibawa pulang dan hanya dirawat sendiri oleh orang tuanya,” tutur Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukomanunggal, Heri Suprianto.

Heri kemudian menceritakan kronologi ditemukannya Afi yang sakit kronis. Awalnya, dia mengaku hendak melakukan outreach kepada kakek Afi yang juga dalam kondisi sakit. Ketika mau pulang, Heri melihat Afi tergeletak di atas kasur, sehingga dia juga melakukan outreach kepada Afi.

Setelah itu dia melaporkan kepada lurah, camat, dan Puskesmas, hingga Rini mendatangi tempat tinggal Afi untuk selanjutnya dibawa ke RSUD dr Soewandhie, 19 Januari 2022. Namun tiga pekan setelah dirawat, Tuhan berkehendak lain.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -