74 Hari! Gus Syafiq Belum Kantongi SK Ketua Ansor Jatim

TUNGGU SK: Gus Syafiq, ketua terpilih Ansor Jatim yang belum mendapat SK dari pusat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TUNGGU SK: Gus Syafiq, ketua terpilih Ansor Jatim yang belum mendapat SK dari pusat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – 74 hari sudah Syafiq Syauqi terpilih menjadi ketua PW PG Ansor Jatim masa bakti 2019-2023, hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, 28 Juli 2019.

Namun hingga kini, kiai muda yang akrab disapa Gus Syafiq itu beserta calon ‘kabinetnya’ belum menerima surat keputusan (SK) kepengurusan dari Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

“SK masih diproses, nunggu kelengkapan,” katanya singkat saat dihubungi Barometerjatim.com via pesan WhatsApp (WA), Kamis (10/10/2019) dini hari.

Gus Syafiq memang terbilang irit bicara setiap ditanya soal SK dan jadwal pelantikan. Termasuk kala datang ke Gedung Negara Grahadi untuk bertemu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, 28 Agustus 2019.

“Nanti saja (wawancaranya) kalau SK sudah keluar,” katanya yang saat itu ditemani Wakil Ketua PP GP Ansor Korwil Jatim, Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam serta Jubir Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.

Menanggapi SK yang tak kunjung turun, Ketua PW Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Jatim, Abdul Wahab Yahya alias Gus Wahab menyebut, soal SK memang ‘lagu lama’ di Ansor Jatim.

“Ya tinggal SK saja. Tapi tinggalnya SK itu tergantung Gus Yakut (Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas). Bisa satu bulan, dua bulan, satu tahun. Wong sahabat Rudi (Triwahid, ketua definitif Ansor Jatim sebelum Gus Syafiq) saja enam bulan dan banyak reshuffle selama setahun,” paparnya.

Apa tidak khawatir kalau Ansor dinilai sebagai organisasi yang tidak tertib? “Ya enggak lah! Ansor kan organisasi sak karepe dewe. Apa kata ketua umumnya, makanya sejak dulu Ansor seperti ini terus,” sindirnya.

Sarat Kepentingan

Saat ditanya ada kesan Gus Syafiq ‘tersandera’ dengan SK sehingga tak kunjung dilantik, menurut Gus Wahab karena semuanya berangkat dari Konferwil di Malang yang sarat kepentingan.

“Memang begini lho, kemarin Gus Syafiq yang jadi di Malang itu banyak sekali kepentingan, banyak sekali,” katanya.

Apalagi tidak semua kepentingan terakomodir, termasuk soal posisi sekretaris. “Kemarin kan tarik ulur soal Sekjennya. Ini (hasil Konferwil) sudah dua bulan, mulai 28 Juli dan sekarang sudah Oktober. Itu baru sekretaris, belum yang lain,” katanya.

Tapi saat ini urusan posisi sekretaris, menurut Gus Wahab sudah ada titik temu, begitu pula untuk sejumlah pos penting lainnya. Karena itu, dia meminta Gus Yakut segera menerbitkan SK.

“SK dulu, baru dilantik. Katanya sih SK-nya ya minggu-minggu ini turun, katanya! Enggak tahu lagi ada persoalan apa kok enggak turun-turun,” ucapnya.

Pengurus Tetap Jalan

Sementara Ketua PC GP Ansor Lamongan, Masyhur menuturkan, tidak ada batasan waktu soal kapan SK dikeluarkan. “Enggak ada, periode yang lama satu tahun baru keluar,” katanya.

Meski SK kepengurusan belum turun, Masyhur memastikan kalau pengurus dan ketua tetap bisa menjalankan organisasi secara maksimal dan tidak ada kekosongan kepengurusan.

“Karena aturan Ansor, SK itu terhitung sejak Konferwil, bukan sejak SK dikeluarkan. Jadi di Ansor tidak ada kekosongan pengurus karena menunggu SK,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim