42 Karyawan Positif Corona, Ini 4 Langkah Pabrik Rokok di Paiton

LANGKAH PENCEGAHAN: Ahmad Nur Susilo (baju batik) saat memberikan keterangan kepada media. | Foto: IST
LANGKAH PENCEGAHAN: Ahmad Nur Susilo (baju batik) saat memberikan keterangan kepada media terkait Covid-19. | Foto: IST

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – PT Secco Nusantara (SN) bergerak cepat. Setelah 42 karyawannya positif Covid-19, pabrik rokok di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo tersebut langsung melakukan serangkaian langkah untuk mencegah penularan terhadap karyawan yang lain.

Bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, PT SN telah melakukan setidaknya empat langkah secara simultan.

Menurut Kepala Seksi Personalia General Affairs (PGA) dan Keuangan PT SN Ahmad Nur Susilo, langkah pertama yang dilakukan yakni mengisolasi karyawan yang terkonfirmasi positif.

“31 karyawan yang merupakan warga Kabupaten Probolinggo, telah dibawa ke rumah sehat di Kecamatan Dringu untuk menjalani perawatan intensif,” katanya, Minggu (23/8/2020).

“Sedangkan 11 karyawan lain yang berasal dari luar Probolinggo, ditangani oleh gugus tugas dari daerah asal mereka,” sambungnya.

Langkah kedua, lanjut Nur Susilo, yakni melakukan tes swab ulang. Ini merupakan hasil koordinasi dengan Satgas Covid-19 Probolinggo, lantaran tes swab sebelumnya — yang mengonfirmasi 42 karyawan positif — dilakukan secara mandiri oleh perusahaan.

”Tes swab mandiri kami lakukan sebagai antisipasi untuk mencegah klaster perkantoran. Sebab, sebelumnya telah ditemukan kasus positif Covid-19 di salah satu perusahaan di Kota Probolinggo,” terang Nur Susilo.

Langkah ketiga, lanjut Ahmad, yakni melakukan penelusuran (tracing) terhadap pihak-pihak yang memiliki riwayat kontak langsung dengan karyawan yang terkonfirmasi positif.

Untuk karyawan yang melakukan kontak fisik dengan pasien yang terpapar Covid-19, oleh perusahaan langsung diliburkan selama 14 hari ke depan sesuai protokol kesehatan.

”Meskipun tidak masuk kerja, manajemen pabrik tetap memberikan gaji mereka selama diliburkan,” tambahnya.

Sedangkan langkah keempat, pabrik yang memproduksi rokok kretek itu bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 Probolinggo, terus melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di lingkungan pabrik.

“Caranya adalah dengan melakukan sterilisasi melalui penyemprotan disinfektan,” ucapnya.

Yakini Tertular dari Luar

Nur Susilo meyakini, penularan virus terjadi di luar pabrik. Misal, ada karyawan yang tertular saat melakukan perjalanan. Keyakinan itu tidak terlepas dari kebijakan perusahaan yang sejak awal ketat menerapkan protokol kesehatan.

Di lingkungan pabrik, tambahnya, perusahaan sejak lama telah melengkapi diri dengan wastafel elektrik untuk cuci tangan. Setiap karyawan yang hendak masuk pabrik, terlebih dulu juga mesti dicek suhu tubuh menggunakan thermo gun.

”Karyawan wajib pakai masker dan disediakan hand sanitizer di pintu masuk dan di dalam pabrik,” ujarnya.

Misal ada karyawan yang melanggar, seperti tidak mengenakan masker, lanjut Nur Susilo, pihaknya akan melakukan panggilan dan karyawan itu diberikan pengarahan.

Andai pelanggaran dilakukan sebanyak tiga kali, karyawan tersebut akan diberi surat peringatan.

”Pihak pabrik juga sudah melakukan beberapa langkah pencegahan seperti berjemur dan pemberian multivitamin,” jelas Nur Susilo yang juga ketua Satgas Covid-19 di PT SN.

Di tempat terpisah, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengatakan, dalam sepekan terakhir memang banyak warga Probolinggo yang terpapar Covid-19. Mulai dari tenaga kesehatan, perawat hingga dirut RSUD Waluyo Jati dan Puskesmas Maron.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, utamanya untuk menjawab tindakan apa yang mesti dilakukan. Saat ini kami masih menunggu hasil kerja gugus tugas,” ujar Puput.

» Baca Berita Terkait Virus Corona