361 Desa di Jatim Masih Tertinggal, Langkah Khofifah?

ENTAS DESA TERTINGAL: Khofifah di forum Temu Ilmiah Nasional 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
ENTAS DESA TERTINGAL: Khofifah di forum Temu Ilmiah Nasional 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

MALANG, Barometerjatim.com – Hingga 2019, merujuk Indeks Desa Membangun, tercatat masih ada 361 desa tertinggal di Jatim. Sedangkan menurut kualifikasi Badan Pusat Statistik Pendataan Potensi Desa (BPS Podes) sebanyak 82 desa.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pun pasang terget seluruh desa tertinggal tersebut bisa terentas tahun depan. Meningkat menjadi desa berkembang, dan selanjutnya menjadi desa maju mandiri.

Lantas apa langkah Khofifah? “Mereka butuh asistensi berupa pendampingan maupun peningkatan SDM,” ujarnya saat Temu Ilmiah Peneliti Nasional 2019 di Hotel Regents Park Malang, Selasa (3/9/2019) malam.

“Kalau kita ikhtiar bersama, bergandengan tangan dan kerja keras, maka pada 2020 tidak berlebihan jika Pemprov Jatim menargetkan masa graduasi mengentaskan 361 desa tertinggal di Jatim dapat kita wujudkan,” sambungnya.

Khofifah menambahkan, lewat temu nasional ilmiah seperti ini diharapkan agar semua hasil penelitian para guru besar, tim akademisi dari seluruh kampus, dapat memberikan referensi untuk bisa diterapkan.

“Diimplementasikan di dalam program-program yang akan diurai dan disebar di berbagai organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemprov Jatim,” tandasnya.

Menurutnya, setiap OPD tidak mungkin bisa mewujudkan desa mandiri sendirian. Tapi semuanya harus mampu mendorong, agar terwujud seluruh derajat kesejahteraan masyarakat yang ada di desa tertinggal lekas mandiri.

Karena itu, Khofifah minta kepada peneliti untuk dapat membantu pemetaan detail intervensi yang harus dilakukan Pemprov dalam sinergi dengan semua elemen strategis, khususnya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, forum temu ilmiah ini diharapkan dapat membantu Pemprov menyediakan data update terkait faktor kendala, peluang, kekuatan dan kelemahan yang seringkali ditemukan di desa tertinggal.

“Sembari memberikan referensi terhadap praktik, baik suksesnya desa-desa yang mengalami kemajuan sehingga menjadi desa mandiri,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Kemiskinan, Khofifah