Wajib! Kendaraan Keluar Masuk Madura Disemprot Disinfektan

CEGAH CORONA: Kendaraan keluar masuk lewat SuramadU disemprot disinfektan secara sensorik. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
CEGAH CORONA: Kendaraan keluar masuk lewat SuramadU disemprot disinfektan sensorik. | Foto: Barometerjatim/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak ada lockdown di Pulau Madura. Sebagai gantinya, dilakukan pemeriksaan berlapis untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satunya, seluruh kendaraan yang keluar masuk Pulau Garam wajib disemprot disinfektan drive thru.

Penyemprotan disinfektan di pintu keluar kawasan Madura mulai diberlakukan Minggu (29/3/2020) sore. Sementara cek kendaraan dan penumpang sebelum pintu masuk Jembatan Suramadu dari Surabaya bahkan dimulai sejak Kamis (26/3/2020).

“Kini, setiap kendaraan yang keluar maupun masuk ke kawasan Madura, harus disemprot desinfektasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Langkah ini secara khusus dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim bersama jajaran Forkopimda Jatim, sebagai upaya berlapis pencegahan penyebaran virus corona di kawasan Madura.

Terlebih saat ini di Madura sudah ada satu kasus positif Covid-19, 309 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Diharapkan, pencegahan penyebaran dapat dilakukan lebih ketat jika dilakukan pemeriksaan berlapis.

Tak hanya di Bangkalan, di pintu masuk Jembatan Suramadu di Kota Surabaya juga dilakukan penyemprotan disinfektan drive thru, termasuk kendaraan angkutan umum yang membawa rombongan dan seluruh penumpang diminta turun untuk dicek suhu tubuh.

“Mobil yang melintas langsung disemprot secara sensorik. Jadi tidak manual, hal ini agar lebih efektif dan lebih cepat. Baik yang dari Surabaya akan ke Madura maupun  sebaliknya. Lalu juga di pintu keluar masuk dari luar provinsi juga kita terapkan hal yang sama,” tegas Khofifah.

Selebihnya, Khofifah mengimbau masyarakat Madura di perantuan, khususnya yang dari Jakarta, Jateng, Jabar maupun daerah terjangkit lain, agar menunda mudik Hari Raya Idul Fitri.

“Kami minta untuk kebaikan kita bersama, tetaplah tinggal di rumah. Kalaupun ingin kembali mudik, tundalah sampai Idul Adha atau saat wabah sudah berhenti penyebarannya,” pinta Khofifah.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona