Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Vaksinasi Bikin Kerumunan, DPRD Surabaya Sentil Pemkot!

Berita Terkait

PICU KERUMUNAN: Vaksinasi dosis kedua bagi pelajar picu kerumunan dan ricuh, DPRD Surabaya semprot Pemkot. | Foto: IST
PICU KERUMUNAN: Vaksinasi dosis kedua bagi pelajar picu kerumunan dan ricuh, DPRD Surabaya semprot Pemkot. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mahfudz angkat bicara soal vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang diwarnai kerumunan dan berlangsung ricuh.

Legislator asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun mengingatkan Pemkot Surabaya agar tidak menciptakan kerumunan baru, sekalipun dalam vaksinasi, agar tidak ditiru masyarakat.

“Katanya tidak boleh menciptakan kerumunan, tapi kenyataannya pemerintah sendiri menciptakan kerumunan yang sangat besar, seperti vaksinasi massal. Jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini, apapun alasannya,” katanya, Jumat (13/8/2021).

Mahfudz menegaskan, jika Pemkot Surabaya menciptakan kerumunan, maka jangan salahkan masyarakat kalau juga melakukan hal yang sama.

Seperti diberitakan, vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang diselenggarakan di Islamic Center tersebut, Kamis (12/8/2021), diikuti 5. 558 peserta khususnya pelajar SD sampai SMP dengan rentang usia 12 sampai 17 tahun.

Namun dalam pelaksanaannya berlangsung amburadul. Para orang tua protes lantaran panitia dinilai tak becus mengatur antrean, sehingga terjadi kerumunan dan berlangsung ricuh.

“Panitia pelaksana vaksinasi tidak bisa mengatur dengan baik, sehingga vaksinasi amburadul. Apalagi terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19,” geram Jaeni, salah seorang wali murid.

Hal sama disampaikan Denis, wali murid lainnya. Menurutnya, kerumunan yang timbul akibat ketidakbecusan panitia ini sangat berbahaya. “Coba lihat kerumunan itu, sangat bahaya terjadi penularan Covid-19,” sebutnya.

Pun demikian dengan dengan Jefri, wali murid lainnya yang merasa waswas dengan kerumunan banyak orang di Gedung Islamic Center.

Khawatirnya lagi, Jefri mengaku memiliki komorbit asma sehingga makin cemas ikut berdesakan bersama anaknya di tengah antrean.

“Sebenarnya saya sudah vaksin dosis kedua, dan anak saya sudah vaksin dosis pertama. Tapi kalau melihat antrean begitu ngeri juga,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -