Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Vaksinasi Pelajar di Surabaya: Sudah Berkerumun, Ricuh Lagi!

Berita Terkait

VAKSINASI AMBURADUL: Vaksinasi dosis kedua untuk pelajar di Surabaya berujung kerumunan dan ricuh. | Foto: IST
VAKSINASI AMBURADUL: Vaksinasi dosis kedua untuk pelajar di Surabaya berujung kerumunan dan ricuh. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi pelajar Surabaya di Islamic Center, Kamis (11/8/2021) berlangsung amburadul. Para orang tua protes lantaran panitia dinilai tak becus mengatur antrean, sehingga terjadi kerumunan dan berlangsung ricuh.

Jeani, salah seorang wali murid menuturkan, seharusnya panitia pelaksana dapat melaksanakan vaksinasi yang digelar Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dindik) tersebut sesuai jam undangan yang diterima para pelajar.

“Panitia pelaksana vaksinasi tidak bisa mengatur dengan baik, sehingga vaksinasi amburadul. Apalagi terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19,” geram Jaeni.

“Tadi saya di sini sejak jam 7 pagi, tapi sampai saat ini belum bisa masuk menerima vaksin bagi anak saya,” tambahnya.

Hal sama disampaikan Denis, wali murid lainnya. Menurutnya, kerumunan yang timbul akibat ketidakbecusan panitia ini sangat berbahaya. “Coba lihat kerumunan itu, sangat bahaya terjadi penularan Covid-19,” sebutnya.

“Saya datang jam 10. Sampai jam 1 anak saya belum dapat vaksin, padahal vaksin pertama dahulu tidak seperti ini,” ungkap Didik Wiyono, salah seorang wali murid siswa SMPN.

Namun Didik mengaku tak khawatir ikut berkerumun dalam antrean ratusan peserta, karena merasa aman mengingat sudah mendapat vaksin dosis pertama.

“Enggak khawatir (kerumunan) sih. Kan sudah vaksin dosis pertama, insyaallah aman,” katanya tanpa ragu.

Beda lagi dengan Jefri, wali murid lainnya yang justru merasa waswas dengan kerumunan banyak orang di Gedung Islami Center.

“Vaksinasi kali ini lebih ramai dan lama. Anak saya seharusnya sudah divaksin sejak pukul 10.00, tapi pukul 13.00 belum juga dapat vaksin,” keluhnya.

Khawatirnya lagi, Jefri mengaku memiliki komorbit asma sehingga makin cemas ikut berdesakan bersama anaknya di tengah antrean.

“Sebenarnya saya sudah vaksin dosis kedua, dan anak saya sudah vaksin dosis pertama. Tapi kalau melihat antrean begitu ngeri juga,” katanya.

Tambah Tenaga Kesehatan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang ikut meninjau lokasi, langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membatasi jumlah antrean dengan menyesuaikan jadwal undangan.

Menurut Eri, tingginya antusiasme siswa ini karena khawatir tak kebagian vaksin. “Ada yang jadwalnya jam 3 (sore), jam 8 (pagi) sudah datang. Tapi karena petugasnya gak tegel (tidak tega menolak), akhirnya diperbolehkan (mengantre),” ungkap Eri.

“Karenanya saya bilang kalau sebelum jamnya (vaksin) sudah datang, jangan masuk dulu. Kasih pengertian kalau belum waktunya, enggak boleh masuk,” tandasnya.

Selain itu, Eri juga menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk mempercepat penyuntikan vaksin merek Sinovac tersebut, dan berharap masyarakat tak khawatir kehabisan vaksin.

Meski jumlah dosis yang tersedia terbatas, sekitar 5.000, Eri memastikan seluruh siswa akan mendapatkan vaksin dosis kedua sekalipun secara bertahap.

“Saya pastikan enggak ada vaksin habis untuk dosis kedua, karena ini kebersamaan,” tegasnya.

Vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang diselenggarakan di Islamic Center ini diikuti 5. 558 peserta. Khususnya pelajar SD sampai SMP dengan rentang usia 12 sampai 17 tahun.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -