Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Usai Ngawi, Petani Pasuruan Gagal Panen, Gus Sadad: Alarm Bahaya Produksi Padi di Jatim!

Berita Terkait

GAGAL PANEN: Anwar Sadad, dengar keluhan petani di Pasuruan gagal panen padi. | Sumber: Foto: Barometerjatim.com/IST
GAGAL PANEN: Anwar Sadad, dengar keluhan petani di Pasuruan gagal panen padi. | Sumber: Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PASURUAN, Barometerjatim.com – Petani di Jawa Timur kembali mengeluhkan gagal panen padi. Setelah beberapa waktu lalu di Kabupaten Ngawi akibat serangan hama wereng, kali ini terjadi di Kabupaten Pasuruan.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad mencemaskan situasi tersebut, bahkan menyebutnya sebagai alarm bahaya yang harus segera diatasi agar produksi padi Jatim tetap terjaga di kisaran 10 juta ton setahun.

“Alarm bahaya produksi panen padi yang bakal turun sayup-sayup mulai terdengar,” katanya saat bertemu tiga perwakilan kelompok tani (Poktan) di Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/8/2022).

Dalam pertemuan tersebut, legislator keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu mendengar banyak keluh kesah dari petani.

“Banyak persoalan klasik yang selalu terulang dari tahun ke tahun, misalnya kelangkaan pupuk, harga gabah yang anjlok saat panen raya, dan hama,” katanya.

Sementara terkait gagal panen, ketiga Poktan mengaku mengelola sawah seluas 110 hektare. Sayangnya, ada sekitar 30 hektare di antaranya mengalami gagal panen.

Salah seorang petani yang mengalami gagal panen yakni Mat Basa (65 tahun). Dia merugi, lantaran hasil penjualan gabahnya hanya sekitar 60 persen dari modal yang dikeluarkan.

Sedangkan Ketua Poktan, Abdullah (60 tahun), mengeluhkan tidak seragamnya waktu tanam dari petani. “Petani yang mulai menanam bulan Mei tidak mengalami kendala, tapi yang mulai tanam di bulan April sebagian besar gagal,” katanya.

Kegagalan tersebut, diperkirakan karena faktor cuaca yang belum memungkinkan. Bukan tanpa kebetulan, mengingat pihak Pemprov Jatim pernah membuat kebijakan mempercepat masa tanam di April 2022.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat panen raya padi hibrida bersama Kelompok Tani Morodadi Desa Banjararum Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, 7 April 2022.

Namun menurut Sadad, lepas dari apapun penyebab gagal panen yang terindikasi di beberapa titik di kabupaten/kota, Pemprov Jatim harus segera melakukan langkah antisipatif untuk melindungi pertanian di Jatim.

“Saya berharap produktivitas pertanian kita tetap terjaga seperti halnya tiga tahun terakhir ini, yaitu di kisaran angka 10 juta ton dalam setahun,” ucap Sadad yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

» Baca berita terkait DPRD Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -