Untuk Dapat Rekom PDIP, Whisnu Tak Harus Ketua DPC!

PILWALI SURABAYA: Whisnu bersama Puti, masih berpeluang diusung PDIP di Pilwali Surabaya? | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Whisnu bersama Puti, masih berpeluang diusung PDIP di Pilwali Surabaya? | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejak tak lagi menjabat ketua DPC PDIP Surabaya, nama Whisnu Sakti Buana berubah sunyi di bursa Pilwali Surabaya 2020. Bahkan dispekulasikan tak akan direkom DPP PDIP.

Terlebih, Whisnu sudah diberi ‘tempat’ di kepengurusan DPD PDIP Jatim periode 2019-2024 sebagai wakil ketua Bidang Organisasi. Di sisi lain kader PDIP lainnya, Armuji mulai terbuka siap maju. Hal yang sulit terlihat kalau Whisnu masih menjabat ketua.

Namun Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi berpandangan lain. Sebagai sesama kader PDIP, dia merasakan betul dinamika di ‘kandang banteng’. “Saya melihat, khusus Surabaya, untuk mendapat rekom (maju di Pilkada) tak harus jadi ketua DPC,” katanya di Surabaya, Senin (5/8/2019).

Mengapa demikian? Menurut Fauzi, ada perbedaan kultur antara Surabaya dengan kabupaten/kota lainnya di Jatim. Dia mencontohkan Sumenep, untuk maju di Pilbup, kandidat yang berniat maju memang butuh ditugaskan menjabat ketua DPC.

Sebaliknya di Surabaya, PDIP tak sebatas Parpol pemenang Pemilu 2019 — sukses mempertahankan 15 kursi — tapi sekaligus penguasa bertahun-tahun di kota yang dipimpin wali kota Tri Rismaharini alias Risma itu.

“Artinya, tidak perlu lah seorang Whisnu harus sebagai ketua DPC, karena saya lihat PDIP berhasil di Surabaya dan tinggal mempertahankan saja,” katanya.

Sehingga, tandas Fauzi, “Calon wali kota Surabaya memang lebih bagus konsen bagaimana membangun Surabaya yang begitu luas. Itu penting, jangan dibandingkan lagi dengan berbagai macam amanah yang lain.”

Nah, kata Fauzi, kalau melihat proses serta dinamika Pilkada di Jatim, tidak menutup kemungkinan PDIP akan mengusung Whisnu di Pilwali Surabaya 2020.

“Saya pikir Whisnu masih terbuka lebar untuk mendapatkan rekom,” kata politikus yang juga wakil bupati Sumenep tersebut.

Hingga kini, PDIP memang belum memberi sinyal kuat siapa yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2020. Selain Armuji, muncul nama lain yakni Puti Guntur Soekarno.

Namun saat ditanya Barometerjatim.com usai Konferda V PDIP Jatim di Hotel Wyndham Surabaya, 24 Juli lalu, Puti memilih menghindar. “Lho wis gak, no.. no, wis.. wis.. no comment,” katanya sambil berlalu.

Begitu pula dengan Whisnu, “(Pilwali Surabaya) masih 2020 September kan?” ujarnya. Sudah ada komunikasi dengan DPP PDIP, “No comment,” singkatnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP