UMP Cuma Naik Rp 22 Ribu, Buruh Saweran Rp 700 buat Khofifah!

SAWERAN UNTUK KHOFIFAH: Buruh menyerahkan hasil saweran Rp 700-an untuk Gubernur Jatim Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SAWERAN UNTUK KHOFIFAH: Buruh menyerahkan hasil saweran Rp 700-an untuk Gubernur Jatim Khofifah. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim yang cuma Rp 22.790 disambut buruh dengan aksi demonstrasi. Massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, mengepung Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/11/2021).

Aksi ini diikuti sekitar 300-an orang massa buruh dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Kota Mojokerto, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Jember, dan Tuban.

Di sela aksi, buruh melakukan saweran Rp 700 per orang untuk diberikan kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Uang dikumpulkan di dalam wadah kotak bertuliskan Rezim Upah Murah dan di sisi lainnya bertuliskan Rp 700 iku iso gawe opo? Nyoh tak balekno UMP ne!!!

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami atas nama pekerja Jatim menyerahkan kenaikan UMP 700 perak sehari kepada gubernur,” teriak salah seorang buruh berorasi.

“Semoga gubernur Jatim rajin ibadah, tambah sukses, tambah bahagia, dan terus meneruslah melakukan penindasan terhadap buruh Jatim. Kami serah terimakan,” sambungnya.

Secara simbolis, buruh menyerahkan uang saweran tersebut kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jatim, M Hadi Wawan Guntoro di penghujung aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai kericuan dengan beberapa anggota polisi.

Juru Bicara FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, aksi saweran tersebut sebagai gantinya karena buruh menolak melakukan mediasi dengan perwakilan dari Pemprov Jatim.

“Secara simbolis kami kumpulkan koin Rp 700 dari massa aksi untuk diserahkan ke gubernur, sebagai simbol penolakan terhadap UMP. Kami serahkan kepada kepala Satpol-PP Jatim,” ucap pria yang karib disapa Udin itu.

Setelah menyerahkan uang saweran, massa buruh kemudian membubarkan diri. Mereka yang sebagian besar naik sepeda motor kembali bergabung di belakang mobil komando untuk meninggalkan lokasi demo.

“Pimpinan buruh setelah aksi ini berkumpul untuk rapat menyiapkan aksi yang lebih besar. Kami masih bicarakan, kapan waktu yang tepat,” kata Nuruddin.

Sehari sebelumnya, Khofifah menetapkan UMP 2022 sebesar Rp 1.891.567 atau naik Rp 22.790 (1,22%) dari UMP tahun sebelumnya Rp 1.868.777.

Penetapan yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 itu, disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mewakili gubernur bersama Dewan Pengupahan (DP) Jatim dan Disnakertrans di Grahadi, Minggu (21/11/2021) malam.

“Keputusan kenaikan UMP Jatim 2022 ini diambil dengan memperhatikan rasa keadilan, serta mempertimbangkan kondisi perekonomian dan ketenagakerjaan yang berkembang di Jatim. Diharapkan seluruh stakeholder memperhatikan serta menerapkan ketentuan tersebut dengan seksama,” kata Heru.

Sebaliknya, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim, Ahmad Fauzi usai menghadiri rilis penetapan UMP Jatim 2022 menunjukkan kekecewaannya.

“Terus terang ini preseden buruk bagi rakyat pekerja, rakyat buruh di seluruh Jatim dan seluruh Indonesia,” katanya.

Karena itu, buruh yang tergabung dalam seluruh serikat pekerja akan menjawabnya dengan menggelar demo besar-besaran di Jatim, karena kenaikan Rp 22 ribu jauh dari permintaan buruh yakni Rp 300 ribu atau minimal Rp 275 ribu.

» Baca Berita Terkait Buruh