Sabtu, 03 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

UINSA Punya Rektor Baru Pengganti Prof Masdar Hilmy: Sambutlah Prof Muzakki!

Berita Terkait

REKTOR BARU: Pelantikan Prof Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya di Gedung Kemenag. | Foto: Barometerjatim.com/IST
REKTOR BARU: Pelantikan Prof Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya di Gedung Kemenag. | Foto: Media Center PWNU Jatim
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memiliki rektor baru, yakni Prof Akh Muzakki yang menggantikan Prof Masdar Hilmy.

Muzakki dilantik Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai rektor UINSA Surabaya periode 2022-2026 di kantor Kemenang Jakarta, Senin (6/6/2022).

Sebelummya, Muzakki dan Masdar merupakan dua kandidat diajukan ke Kemenag sebagai rektor kampus yang dulu bernama IAIN Sunan Ampel tersebut. Kandidat lainnya yakni Prof Titik Triwulan Tutik dan Prof Zumrotul Mukaffa.

Siapa Muzakki? Dia merupakan guru Besar bidang sosiologi pendidikan. Selain aktif di dunia akademik, sebelumnya juga aktif di sejumlah organisasi. Pernah sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jatim, dan Ketua Dewan Pendidikan Jatim.

Terakhir, dia menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Dalam kepengurusan PBNU periode 2022-2027 hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung, Muzakki dilantik sebagai Wasekjen PBNU di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar-Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.

Muzakki meraih gelar guru besar pada 2015. Gelar yang diperoleh dalam usia relatif muda, 37 tahun. Dia meraih gelar bergengsi di dunia akademik tersebut lewat proses panjang dan berliku, hingga menjadi guru besar termuda di Fakultas Ilmu Sosial Politik UINSA.

“Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar, pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama,” kata Muzakki ketika menyampaikan orasi di auditorium UINSA.

Secara rinci, suami dari Erna Mawati itu menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor, para dosen yang berada di Kemendikbud hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti.

‘’Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian,” terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra itu.

Muzakki juga tak pernah lelah menyampaikan pentingnya pendidikan untuk kemajuan masyarakat. Baginya, cita-cita yang tinggi harus diperjuangkan tanpa lelah.

“Jangan pernah menyerah untuk mencapai apa yang diinginkan. Semua pasti ada jalannya,” tuturnya.

» Baca berita terkait UINSA. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -