Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Djarot Hidayat: Bung Karno Lahir di Surabaya, Orde Baru yang Membelokkan ke Blitar

Berita Terkait

BAHAS BUNG KARNO: Para tokoh, mulai dari Eri Cahyadi hingga Djarot Hidayat tegaskan Bung Karno lahir di Surabaya. | Foto: IST
BAHAS BUNG KARNO: Para tokoh, mulai dari Eri Cahyadi hingga Djarot Hidayat tegaskan Bung Karno lahir di Surabaya. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejumlah tokoh berkumpul di Surabaya bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, 6 Juni. Ada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wawali Armuji, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH dan Whisnu Sakti Buana, mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, dan sejarawan Unesa Rojil Nugroho Bayuaji.

Mereka berkumpul untuk meluruskan penyimpangan sejarah yang selama ini menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Padahal sejatinya lahir di Surabaya, tepatnya di Kampung Pandean Gang IV, di Kelurahan Peneleh.

“Bung Karno lahir di Surabaya, tetapi memang ketika Orde Baru banyak pembelokan sejarah, ada narasi bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Sampai sekarang narasi itu banyak dipercaya,” kata Djarot yang menjabat wali kota Blitar pada 2000-2010.

“Saya kemarin diskusi di Yogjakarta dengan anak-anak muda. Saya tanya di mana Bung Karno lahir, 80 persen menjawab Blitar. Maka saya mengapresiasi Pak Eri Cahyadi, kita bergerak bersama bahwa Bung Karno memang lahir di Surabaya,” sambungnya.

Djarot menyebut, Bung Karno memang beberapa kali ke Blitar karena rumah ibunya berada di sana, yang disebut sebagai Istana Gebang atau Dalem Gebang. Ketika menjadi presiden, Bung Karno beberapa kali berkunjung untuk sungkem dan memohon doa dari ibunya.

“Karena ibunda Bung Karno selalu bilang ke anaknya, bahwa kamu memang presiden, tapi kamu tetap anakku. Kalau mau bertemu denganku, jangan undang aku ke istana, tapi kamulah yang harus ke sini,” kata Djarot.

“Maka Bung Karno selalu sungkem ke ibundanya di Blitar. Tapi jelas bahwa Bung Karno lahir di Surabaya,” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Bambang DH juga menegaskan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Dia bercerita ketika menjabat wali kota bertemu Roeslan Abdulgani, orang dekat Bung Karno yang saat itu menjabat Menteri Luar Negeri di era Presiden Soekarno. Roeslan adalah arek Suroboyo, tepatnya lahir di kawasan Peneleh.

”Waktu itu dalam bahasa Suroboyoan, beliau bilang ke saya: Mbang (maksudnya Bambang), iku Bung Karno lahir nang Suroboyo,” cerita Bambang DH.

Dari situlah, Bambang DH kemudian mendorong riset yang dipimpin Peter A. Rohi, wartawan senior yang ketika itu memimpin Soekarno Institute hingga ditemukan rumah kecil di Pandean Gang IV Nomor 40 sebagai rumah kelahiran Bung Karno.

Sementara itu Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono mengusulkan agar tema “Bung Karno lahir di Surabaya” menjadi bagian dari kurikulum lokal yang diajarkan ke para pelajar.

“Sehingga kebenaran sejarah semakin kokoh, bahwa proklamator kita tercinta memang lahir di Surabaya,” ujar Adi.

Eri Cahyadi menambahkan, Bung Karno dan Surabaya tak dapat lagi dipisahkan. Surabaya bukan hanya tempat lahir Bung Karno. Lebih dari itu, kota ini ada dalam persenyawaan ideologi hidup Bung Karno. Tak heran jika Bung Karno menyebut Surabaya sebagai ”dapur nasionalisme”.

» Baca berita terkait PDIP Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -