Tokoh PDIP Jatim: Kalau Tak Usung Puti, PDIP Bisa Kalah!

PILWALI SURABAYA 2020: Mat Mochtar bersama Puti Guntur, saatnya Kota Surabaya dipimpin cucu Bung Karno. | Foto: IST
PILWALI SURABAYA 2020: Mat Mochtar bersama Puti Guntur, saatnya Kota Surabaya dipimpin cucu Bung Karno. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dukungan agar PDIP merekomendasi Puti Guntur Soekarno di Pilwali Surabaya 2020, terus mengalir dari kader dan tokoh banteng. Kali ini disuarakan tokoh senior PDIP Jatim, Mat Mochtar.

Bahkan, orang dekat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu menyebut, PDIP bisa kalah di kandang sendiri dalam kontestasi Pilwali Surabaya jika yang diusung bukan Puti.

“Puti ini untuk menyatukan. Saya yakin kalau Puti yang diberi rekom, semua faksi di PDIP bersatu untuk mendukungnya, tidak ada perpecahan. Tapi kalau bukan Puti, PDIP bisa kalah,” tandas Mat Mochtar kepada Barometerjatim.com, Minggu (22/3/2020).

Selain bisa menyatuhkan kekuatan faksi-faksi di internal PDIP, tandas Mat Mochtar, Puti memang layak diusung sebagai calon wali kota Surabaya karena beberapa alasan.

Pertama, mantan calon wakil gubernur di Pilgub Jatim 2018 itu sosok muda, bersih, berpengalaman dengan beberapa kali menjadi anggota DPR RI.

“Sehingga bisa meneruskan apa yang sudah dibangun Bu Risma. Saya yang memintakan rekom Bu Risma ke PDIP pada 2010, sekarang saya mengusulkan ke PDIP agar merekom Puti,” katanya.

Kedua, jelas Mat Mochtar, Puti terbukti mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat Surabaya saat maju di Pileg 2019 dari Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo).

“Luar biasa banyaknya, hampir 150 ribu lho suaranya waktu nyaleg kemarin,” ujar pria yang menjadi ketua relawan Risma di Pilwali Surabaya 2010 dan 2015 tersebut.

Ketiga, ucap Mat Mochtar, Puti adalah cucu Soekarno dan presiden pertama RI itu lahir di Kota Pahlawan — julukan Surabaya.

“Maka sudah sepantasnya kalau Puti memperjuangkan masyarakat Surabaya, karena beliau cucu Bung Karno yang lahir di Surabaya,” tegasnya.

Bagaimana dengan calon wakil? Jika PDIP akhirnya mengusung Puti, Mat Mochtar mengusulkan sebaiknya pendamping diambilkan dari luar kader PDIP.

“Kalau wakil dari birokrasi bisa, dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama) juga bisa, atau dari Parpol lain. Jangan sesama kader PDIP, enggak menguntungkan. Tapi calon wali kotanya harus Puti, insyaallah menang,” tandasnya.

USULKAN PUTI GUNTUR: Mat Mochtar bersama Risma, idealnya kepemimpinan di Surabaya diteruskan Puti. | Foto: IST
USULKAN PUTI GUNTUR: Mat Mochtar bersama Risma, idealnya kepemimpinan di Surabaya diteruskan Puti. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya