Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tinjau Rumah Oksigen SIER, DPR RI: Harus Siap Hadapi Omicron!

Berita Terkait

COBA FASILITAS: Didampingi Didik Prasetiyono, Martin Manurung mencoba fasilitas di Rumah Oksigen SIER. | Foto: Barometerjatim.com/IST
COBA FASILITAS: Didampingi Didik Prasetiyono, Martin Manurung mencoba fasilitas di Rumah Oksigen SIER. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengingatkan Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) yang lebih ganas penyebarannya dibanding varian sebelumnya cepat atau lambat pasti masuk Indonesia.

“Cepat atau lambat, varian baru itu pasti masuk Indonesia, tinggal menunggu waktu saja,” tandasnya saat bersama rombongan Komisi VI DPR RI meninjau tempat isolasi terpusat (isoter) rumah oksigen di kawasan industri PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), Senin (29/11/2021).

Terlebih, sejarah membuktikan selama ada pandemi, pasti ada gelombang dan berulang-ulang. Martin mencontohkan, Indonesia dan dunia pernah mengalami pandemi flu Spanyol pada 1918. Indonesia mengalami empat gelombang. Di negara-negara lain juga sama, tiga hingga empat gelombang.

“Itu artinya, jika pandemi Covid-19 sekarang sudah dua gelombang, jangan pernah menganggap pandemi selesai,” paparnya.

Kalau varian Omicron akhirnya masuk, Martin meminta jangan sampai ada pengetatan keras lagi, apalagi sampai lockdown. Lebih baik bagaimana sekarang melakukan langkah-langkah preventif seperti yang dilakukan PT SIER dengan membangun rumah oksigen untuk menghadapi varian baru, termasuk Omicron.

“Aset BUMN banyak dan bisa dimanfaatkan. BUMN memiliki banyak aset lahan yang masih bisa diberdayakan sebagai tempat isolasi atau rumah oksigen,” ujarnya.

Sebaliknya, kata Martin, kalau sampai dilakukan pengetatan secara keras secara terus-menerus tidak akan baik, karena pasti yang paling terdampak adalah ekonomi.

“Kita tidak seperti negara maju yang tingkat tabungan penduduknya tinggi. Indonesia tabungannya tidak sampai 10 persen. Kalau dilakukan pengetatan secara keras terus menerus untuk menghadang Covid-19, ekonomi Indonesia pasti akan hancur,” jelasnya.

Sekadar tahu, varian Omicron kali pertama muncul di Botswana, wilayah yang bertetangga dengan Afrika Selatan dan  dilaporkan bahkan menyerang pada orang yang sudah divaksin.

Pada 26 November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan varian Omicron sebagai penyebab timbulnya kenaikan kasus di Afrika sekaligus sebagai varian of concern (VOC).

Sementara itu Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono menuturkan, rumah oksigen ini adalah bentuk gotong royong sesungguhnya dan bisa menjadi bantuan bila nanti ada situasi kritis lagi, termasuk jika ada lonjakan ketiga Covid-19.

» Baca Berita Terkait Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -