Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tes PCR Rp 495 Ribu, Antigen di Surabaya Mulai Tak Dilirik?

Berita Terkait

DETEKSI CORONA: Harga swab PCR turun, tes antigen mulai tak dilirik untuk mendeteksi Corona? | Grafis: Barometerjatim.com/ROY HS
DETEKSI CORONA: Harga swab PCR turun, tes antigen mulai tak dilirik untuk mendeteksi Corona? | Grafis: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji memastikan harga Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Kota Pahlawan turun sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat.

“Sekarang harga swab PCR di Kota Surabaya sudah turun, sesuai ketentuan dari pemerintah pusat melalui Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” katanya saat mengunjungi laboratorium untuk melakukan pemantauan harga RT-PCR di beberapa lokasi, Jumat (27/8/2021).

Di antaranya Laboratorium Parahita di Jalan Dharmawangsa dan Poin of Care Swab Center National Hospital di Jalan Sulawesi Surabaya.

Sesuai dengan ketetapan Kemenkes melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR sebesar Rp 495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

Dengan penurunan harga tersebut, Armuji mengklaim sebagian besar masyarakat lebih memilih swab PCR dibandingkan dengan tes antigen.

Selain itu, harga swab PCR yang terjangkau akan membuat presentase testing di Surabaya semakin meningkat. Dari situ pula, 3T (Tracing, Testing dan Treatment) dapat semakin masif dilakukan demi memutus penyebaran laju Covid-19.

“Tentunya kita harapkan bukan cuma landai, tetapi terjun bebas ke bawah menjadi zona hijau. Tetap  protokol kesehatan (prokes) selalu kita ingatkan,” paparnya.

Sementara itu Manajer Umum National Hospital, Anindito Kusumojati menambahkan, untuk saat ini harga swab PCR di rumah sakitnya sebesar Rp 492 ribu dan tes antigen Rp 178 ribu.

“Untuk saat ini jumlahnya dalam satu minggu terakhir, kira-kira ada sedikitnya 60 orang perhari yang di tes PCR,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anindito memaparkan masyarakat yang melakukan tes secara drive thru di Point of Care Swab Center National Hospital, lebih banyak memanfaatkan swab PCR dibandingkan tes antigen.

“Untuk saat ini, memang hampir 70 persen di tempat kami masyarakat memilih swab PCR,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya  

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -