Temui Jusuf Kalla, Khofifah Bahas Kemiskinan di Jatim

KHOFIFAH TEMUI WAPRES JK: Khofifah bersama pengurus PP Muslimat NU silaturahim dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (13/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KHOFIFAH TEMUI WAPRES JK: Khofifah bersama pengurus PP Muslimat NU silaturahim dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (13/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

JAKARTA, Barometerjatim.com – Usai melakukan safari politik ke Parpol pengusung, Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa melanjutkan silaturahim ke Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7).

Kehadiran Khofifah disambut hangat JK dengan memberikan ucapan selamat atas kemenangan mantan Menteri Sosial itu di Pilgub Jatim 2018. “Selamat! Selamat! Banyak wartawan yang ingin melihat ibu,” kata JK.

Lewat pertemuan selama 45 menit, secara khusus Khofifah bersama JK membahas beberapa persoalan di Jatim. Mulai pengentasan kemiskinan hingga masalah industrialisasi garam di Pulau Madura.

• Baca: 10 Tahun, Pakde-Gus Ipul Gagal Entas Kemiskinan Perdesaan

Dari data yang diterima Khofifah, ada 10 kabupaten di Jatim dengan tingkat kemiskinan cukup signifikan. Ke-10 wilayah miskin itu terbanyak di Madura, lalu Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo dan Lamongan.

“Kami juga mendiskusikan ini sih dengan teman-teman di daerah. Kan bukan kabupatennya, tapi titik-titik tertentu yang ternyata itu contribute terhadap kemiskinan di daerah-daerah,” katanya.

Karena itu, Khofifah meminta JK melalui pemerintah pusat agar memfokuskan pemberantasan kemiskinan di wilayah tersebut. “Kami mohon dibantu zooming per RT/RW, apa yang menjadikan kemiskinan di daerah-daerah ini,” ucapnya.

• Baca: Entas Kemiskinan Lewat Gertak, Emil Raih Entrepreneur Award

“Ada (daerah) yang (kemiskinannya) tambah parah, ada yang tambah dalam, tapi ada yang agak sulit untuk bergerak menurunkan. Jadi kita mendiskusikan agak lama dengan Pak JK.”

Khofifah juga meminta Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto untuk melakukan fokus pemberantasan kemiskinan di 10 kabupaten tersebut.

“Supaya diizinkan untuk dilakukan zooming. Saya bilang ini bukan survei, tapi yang kita lakukan kalau ingin di-zoom, potretnya kan lebih besar, bahkan basis RT/RW,” tegasnya.

• Baca: LKPJ 2017: Angka Kemiskinan di Jatim Turun 0,57 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah dan JK juga membahas peningkatan perekonomian serta industrialisasi di Madura, salah upaya yakni dengan memaksimalkan fungsi Jembatan Suramadu.

Khofifah mencontohkan di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan ada perkebunan tebu yang luas dan dimungkinkan untuk membuka pabrik gula di sana.

“Supaya tebu dari Pasean tidak harus dibawa ke Krian (Mojokerto), itu jauh. Kemudian garam, industrialisasi garam ini kan sebetulnya Madura dari dulu dikenal sebagai Pulau Garam,” katanya.

Sukses Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan kepada JK terkait keberhasilan kader Ormas yang dipimpinnya, Muslimat NU di Pilkada serentak 2018.

“Kami juga menyampaikan kepada Pak Wapres bahwa Muslimat NU, alhamdullilah tahun ini cukup banyak teman-teman yang sukses dalam Pilkada. Alhamdullilah kami berproses kemarin, termasuk di dalamnya terpilih sebagai gubernur Jatim,” ujarnya.

• Baca: Atasi Kemiskinan, Emil Ajak Pemuda Pulang Bangun Desa

Kader Muslimat NU yang sukses di Pilkada, selain Khofifah, yakni Nyai Hj Munjidah Wahab (bupati Jombang terpilih), Dra Hj Umi Azizah (bupati Tegal terpilih), Hj Ita Puspita Sari (wali kota Mojokerto terpilih), Hj Ana Mu’awanah (bupati Bojonegoro terpilih) serta Hj Lilik Muhibah MpdI (wakil wali kota Kediri terpilih).

Mendengar keberhasilan Muslimat NU di PIlkada,  lagi-lagi JK menyampaikan selamat dan berharap mereka yang terpilih menjalankan amanat masyarakat di masing-masing wilayah dengan baik.