Atasi Kemiskinan, Emil Ajak Pemuda Pulang Bangun Desa

SEMINAR NASIONAL: Cawagub Emil Dardak menjadi pembicara utama dalam Seminar nasionaldi Universitas Merdeka Malang, Senin (23/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SEMINAR NASIONAL: Cawagub Emil Dardak menjadi pembicara utama dalam Seminar nasional di Universitas Merdeka Malang, Senin (23/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MALANG, Barometerjatim.com – Pengentasan kemiskinan di perdesaan butuh peran aktif dan keratif pemuda desa. Jika mereka bisa kembali dan membangun kampung halamannya, maka akan ada percepatan dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Jatim yang mencapai 15,8 persen atau tertinggi di Indonesia.

Pemaparan tersebut disampaikan Cawagub Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak saat didaulat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional dan Temu Ilmiah UKM Penalaran dan Penelitian XIII se-Jatim di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Senin (23/4).

Emil dipilih menjadi pembicara, karena orang nomor satu di Gerbang Pesisir Selatan ini dinilai berhasil dalam pengembangan desa. Dia juga diminta berbagi pengalaman sebagai kepala daerah dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

• Baca: Momen Hari Kartini, Seikat Bunga dari Emil untuk Arumi

“Perbedaan antara desa dengan kota sangatlah besar. Mayoritas kehidupan masyarakat perdesaan cenderung mereka tinggal dan bekerja di desa itu sendiri. Hal ini justru menjadi aset yang luar biasa bagi desa, untuk bisa menjawab tantangan pembangunan desa mendatang,” papar Emil.

Karena itu, jika para pemuda bisa kembali ke desa dan mau membangun desanya, Emil meyakini akan ada pergerakan cepat mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada di desa tersebut.

“Peran pemuda dalam pembangunan desa, perlu adanya etos kerja, rajin, kegigihan pemuda yang dibarengi dengan budi pekerti yang baik,” tandas suami Arumi Bachsin itu.

• Baca: Keren! Duet Emil-Anjie Bangkitkan Energi Milenial Kediri

Di sisi lain, peraih penghargaan Best in Unlocking Local Potentiality tersebut menambahkan, keberadaan pemerintah daerah (Pemda) harus bisa mendorong peran pemuda untuk bisa membangun daerahnya.

Dia lalu mencontohkan sekelompok pemuda perajin barongan di salah satu desa di Trenggalek, yang bisa menghasilkan vas bunga barong menjadi satu dari 20 produk inovatif terbaik nasional.

Buah prestasi itu diraih setelah mendapatkan pendampingan dari para desainer andal ITB. Bahkan produk tersebut berhasil mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo dalam pameran Trade Expo di Jakarta.

• Baca: 67 Hari Khofifah-Emil Menuju Kemenangan Bermartabat

Emil juga bercerita program desa adopsi di daerah yang dipimpinnya. Dalam desa adopsi, Emil mengajak para akademisi asal Trenggalek untuk bisa mengadopsi desa-desa di Trenggalek dan gagasan ini diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan desa.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai memberikan workshop, namun lebih kepada memberikan mentoring aktif kepada 100 wirausahawan muda yang kurang untuk mampu bekerjasama dengan USAID (Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika),” katanya.

Selain desa adopi, Emil juga menjabarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan sinergis antara desa dengan putra-putra daerah yang merantau untuk bisa memberikan bantuan konkret. “Tidak berupa uang, melainkan gagasan yang bisa mengembangkan perekonomian desa,” paparnya.

Langkah Aplikatif

Dalam temu ilmiah UKM penalaran dan penelitian se-Jatim 2018 yang mengambil tema “Meningkatkan Peran Pemuda dalam Membangun Desa Berkelanjutan untuk Indonesia Baru”, civitas akademika dari berbagai universitas terlihat sangat antusias mendengarkan paparan Waketum APKASI ini.

Fairus, salah satu peserta dalam seminar ini menyatakan paparan dan gagasan nyata Emil Dardak dalam seminar tersebut sangat luar biasa. “Beliau tadi menyampaikan konsep yang bagus sesuai tema,” katanya.

“Emil tidak hanya mengatakan teori melainkan juga sudah melakukan langkah yang aplikatif. Saya pikir itu bukan menjadi ide yang ekstrem, melainkan malah menjadi ide yang baru, harapan baru yang saya pikir bisa menjadi solusi menjawab tantangan oembangunan desa dimasa mendatang,” imbuhnya.