Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tampung Usulan SPSI, Eri Ingin UMK Surabaya Rp 7 Juta!

Berita Terkait

Tampung Usulan UMK Buruh, Eri Langsung Telepon Khofifah
Tampung Usulan UMK Buruh, Eri Langsung Telepon Khofifah
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menampung aspirasi usulan Upah Minimum kota (UMK) dari perwakilan 30 orang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Surabaya di lantai 2 lobi Balai Kota Surabaya, Jumat (26/11/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Eri usai berembuk dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto langsung menyampaikan usulan upah tersebut ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Disnaker Jatim.

“Tadi sudah disampaikan, saya telepon Bu Gubernur dan Disnaker Jatim mengusulkan UMK-nya, biar cepat selesai. Insyaallah segera kita kirim ke sana, mugi-mugi panjenengan semua diparingi Gusti Allah kelancaran,” kata Eri kepada perwakilan SPSI.

“Saya juga berterima kasih dengan teman-teman buruh, kemarin saat demo berjalan lancar tidak merusak dan menjaga kota ini, karena kita bersama menjaga agar aman,” katanya.

Eri juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang telah mengawal serta menjaga Kota Pahlawan saat demo buruh Kamis (26/11/2021) lalu.

Lantas, berapa usulan UMK dari perwakilan SPSI? Eri menyampaikan, usulan itu ada tiga kategori. Yakni kategori perusahaan lokal, perusahaan go public/interlokal, dan perusahaan asing.

“Usulan yang dari dewan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu Rp 4,3 juta sekian. Kalau yang dari dewan SPSI itu beda-beda, seperti perusahaan lokal itu diusulkan Rp 4,3 juta sekian, perusahaan go public Rp 4,6 juta sekian, dan perusahaan asing nilainya Rp 4,7 sekian,” jelasnya.

Eri juga berharap, ke depannya jika ada permasalahan atau usulan bisa dimusyawarahkan bersama. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan dan kegotongroyongan antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan warga Kota Surabaya.

“Seperti awal yang saya bilang, saya ingin UMK Surabaya itu Rp 7 juta. Nantinya, ketika si suami gajinya kurang dari UMK, maka kita akan mengajak istri dan anak-anaknya yang usianya produktif untuk dilatih UMKM,” kata Eri.

“Jangan sampai nanti ada investasi di Surabaya, tapi warga Surabaya hanya jadi penonton. Ayo kalau ada yang perlu disampaikan, langsung kita rembuk bersama seperti saat ini,” tegasnya.

Usulan Kenaikan Beragam

Sementara itu Kadisnaker Kota Surabaya Achmad Zaini mengatakan, pada pertemuan kali ini juga disampaikan berbagai usulan. di antaranya untuk usaha kecil atau atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Lalu perusahaan Tbk yang diusulkan SPSI Surabaya ada kenaikan 5%.

Selain itu, untuk perusahaan besar yang memiliki modal dalam negeri diusulkan ada kenaikan 7,5%. Sedangkan perusahaan besar dengan modal asing diusulkan ada kenaikan 9% dari UMK saat ini.

“Itu usulan dari temen-temen dewan pengupahan serikat. Kewenangan UMK sepenuhnya ada di gubernur, kewenangan wali kota/bupati sekadar mengusulkan dan merekomendasikan,” kata Zaini.

Sedangkan Ketua Konfederasi SPSI se-Surabaya, Dendi Prayitno menyampaikan banyak terima kasih kepada Eri yang telah menampung usulan UMK para buruh di Kota Pahlawan.

“Usulan hari ini akan disampaikan ke provinsi, terima kasih Pak Wali Kota sudah menampung aspirasi kami. Prinsip dasarnya, semua aspirasi yang dimaksud oleh SPSI Surabaya sudah diakomodir semua,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Buruh 

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -