Tak Dipilih PKB Lamongan, Kartika: Saya Lebih Tahu PKB!

KEJAR REKOM PKB: Kartika Hidayati, masih yakin dapat rekomendasi dari PKB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KEJAR REKOM PKB: Kartika Hidayati, masih yakin dapat rekomendasi dari PKB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Tak dipilih DPC PKB Lamongan, bukan akhir bagi upaya Kartika Hidayati untuk mendapatkan rekomendasi dari partainya tersebut sebagai ‘tiket’ maju di Pilbup Lamongan 2020.

“Saya lebih tahu di dalam PKB, saya kader PKB, saya wakil ketua PKB (Jatim), dan saya tahu seni yang ada di dalam PKB,” katanya di Lamongan, Selasa (5/11/2019).

Seperti diberitakan, PKB Lamongan memutuskan hanya memilih Asisten Pribadi (Aspri) Wapres KH Ma’ruf Amin, Sholahuddin untuk dimintakan rekomendasi ke DPP.

Keputusan tertuang dalam SK DPC PKB Lamongan Nomor 0192/SK/DPC-02/IV/B.1/X/2019 tentang usulan rekomendasi bakal calon bupati Lamongan periode 2020-2025 untuk mendapatkan rekomendasi DPP PKB yang diumumkan, Senin (28/10/2019).

Kartika pun tak ambil pusing dengan pilihan DPC tersebut, karena dia merasa memiliki jalur untuk ‘bypass’ ke DPP. “Enggak ada masalah. Saya sounding, berkomunikasi dengan teman-teman di pusat,” ucapnya.

Di sisi lain, Sholahuddin mengklaim kalau Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hampir pasti memberikan rekomendasi untuk dirinya buah campur tangan Kiai Ma’ruf.

“Ya Bah, Sholah kan seperti adik saya, masa saya kasihkan orang lain,” kata Sholahuddin menirukan jawaban Cak Imin kepada Kiai Ma’ruf saat ditanya soal rekomendasi PKB untuk Pilbup Lamongan.

Bagi Kartika, klaim seperti itu biasa dalam politik. “Ada sebagian orang yang memahami politik itu klaim,” kata perempuan yang juga wakil bupati Lamongan tersebut.

“Kalau saya beda. Saya mau klaim ketika apa yang saya klaim itu kita lakukan, gitu ya. Saya agak beda begitu,” tandasnya.

Seberapa besar harapannya mendapat rekomendasi dari PKB” “Lho, saya kader! Ndak usah nanya, saya kader,” sergahnya sambil tersenyum.

PKB Punya Mekanisme

Kartika menambahkan, secara aturan PKB mempunyai tahapan dalam mengusung calon kepala daerah. Biasanya dimulai dengan mekanisme penjaringan bakal calon, dilanjut tahapan-tahapan berikutnya hingga turun rekomendasi.

“Kalau di PKB aturannya jelas. Partai membuka pendaftaran bakal calon, lalu dilakukan fit and proper test, setelah itu dipilih dua atau lebih bakal calon atau dua pasang bakal calon untuk diajukan ke DPP. Selanjutnya DPP akan memanggil calon yang diajukan tersebut,” paparnya.

Dia juga yakin, hingga kini belum ada satu partai pun yang memberikan rekomendasi terhadap para bakal calon bupati maupun wakil bupati, sehingga dinamika masih berjalan dan belum final.

“Kalau tanya apa rekomendasi partai sudah turun, saya yakin sampai hari ini tidak ada partai yang sudah memberikan rekomendasi,” tuntas ketua PC Muslimat NU Lamongan tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan, PKB