Tak Komplet! Soekarwo Pamit, Gus Ipul Tak Muncul di Grahadi

Pakde Karwo segera purnatugas, Khofifah segera bertugas. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Pakde Karwo segera purnatugas, Khofifah segera bertugas. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Acara purnatugas gubernur-wakil gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/2/2019) malam tak komplet. Soekarwo hanya pamit seorang diri, tanpa didampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Padahal para undangan, terdiri dari pimpinan DPRD, Forkopimda, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, tokoh agama serta tokoh mayarakat se-Jatim semuanya hadir.

Begitu pula Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak hadir dalam acara perpisahan tersebut.

Kemana Gus Ipul? “Pak Wagub ada tugas khusus yang belum selesai,” elak Pakde Karwo — sapaan akrab Soekarwo — usai pamitan dan mengucapkan permintaan maaf pada semua koleganya.

Ya! Ketidakhadiran Gus Ipul semakin mempertegas ketidakharmonisan hubungan pasangan yang populer dengan akronim Karsa selama dua periode itu. Sebab, Minggu (10/2/2019) malam, Gus Ipul masih sempat sowan ke kediaman Khofifah di kawasan Jemursari, Surabaya.

Memang, hubungan Gus Ipul dengan Pakde Karwo terbaca renggang sejak gubernur yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu tak mendukungnya di Pilgub Jatim 2018. Sebaliknya, malah mendukung Khofifah, rival keduanya selama dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013).

Belakangan, Gus Ipul bahkan rajin mengkritik Soekarwo, termasuk menyatakan tak memiliki legacy (warisan) selama 10 tahun kepemimpinannya, sementar Gus Ipul menyebut dirinya tidak bisa berbuat banyak karena posisinya sebagai wakil.

Namun saat ditanya wartawan di kediaman Khofifah, Gus Ipul berdalih dirinya tak mengkritik Pakde Karwo, tapi hanya memberi catatan. “Bukan! Bukan saya mengkritik, tapi ini catatan saja,” ucapnya.

Jatim Indonesia Mini

Pakde Karwo dan Khofifah berbincang hangat, Gus Ipul tak hadir. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Pakde Karwo dan Khofifah berbincang hangat, Gus Ipul tak hadir. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

Dalam acara di Grahadi tersebut, Pakde Karwo mohon pamit karena Selasa pukul 24.00 WIB menjadi batas terakhir dalam memimpin Jatim. Selanjutnya, dia berharap Khofifah dan Emil bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jatim.

“Ibu Khofifah dan Mas Emil yang melanjutkan kapal ini berjalan, menuju pelabuhan yang diidamkan masyarakat Jatim bersama,” ujarnya.

Menurut Pakde Karwo, masyarakat Jatim sangat plural. Suku, ras, agama, pandangan kelompok, pandangan politik di Jatim berjalan dengan damai.

“Mereka saling mendekati dan menyapa. Berbeda tetapi bersama hidup berdampingan. Tidak berlebihan jika saya menyamakan ini sebagai Indonesia mini. Jatim terbuka akan hal baru yang baik dan sungguh-sungguh melanjutkan nilai yang baik,” paparnya.

Dia juga meminta maaf selama memimpin. “Mohon maaf kalau ada hal yang maksud saya baik tapi keliru mengutarakan. Mohon maaaf sebesar-besarnya, semoga perjalanan kita tidak putus,” katanya.

“Bersaudara itu seperti air mancur. Ditebas dengan pedang apapun tidak bisa putus, karena hati dan perasaan yang berbicara,” tambahnya.•

» Baca Berita Terkait Pakde Karwo, Khofifah, Gus Ipul