Swab di Suramadu, Saran Pakar: Sampai Positivity Rate Rendah!

ANTIGEN: Pengendara yang melintas Suramadu dilakukan swab antigen untuk memutus penularan Corona. | Foto: Barometerjatim.com/IST
ANTIGEN: Pengendara yang melintas Suramadu dilakukan swab antigen untuk memutus penularan Corona. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Prof dr Pandu Riono MPH PhD, menyarankan agar kebijakan screening dan swab di kedua arah Jembatan Suramadu diberlakukan sampai angka positivity rate rendah.

“Misalnya telah mencapai di bawah 5 persen atau posisi 1 persen. Nah, setelah itu intensitas swab di penyekatan ini bisa dikurangi atau tidak dilakukan dalam tiap hari,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/6/2021).

“Pengurangannya itu bisa tidak setiap hari, mengurangi kegiatan testing. Jadi kalau tiap hari mau bolak-balik ke Madura itu setiap tiga hari sekali testing. Karena testingnya kan antigen, kalau sudah negatif tidak perlu testing lagi baik yang dari Madura atau Surabaya,” sambungnya.

Prof Pandu sepakat dengan penerapan kebijakan screening dan swab di kedua arah Jembatan Suramadu, karena sebagai upaya untuk melindungi penduduk.

“Baik penduduk Surabaya atau Madura yang melakukan perjalananan ke Madura maupun sebaliknya itu harus melalui testing. Karena virus ini bisa kena kepada siapa saja,” paparnya.

“Semua ini dilakukan untuk melindungi warga. Jadi melalui itu (swab), kita jadi yakin tidak membawa virus, tidak menyebar ke keluarga, karena klaster keluarga termasuk tinggi di Indonesia.”

Selebihnya, Prof Pandu berpendapat, tujuan dari penyekatan di akses Suramadu yakni untuk membatasi mobilitas penduduk serta meningkatkan testing, tracing, dan treatment.

Lebih mudahnya, yakni untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. Apalagi, baru-baru ini ditemukan kasus mutasi varian baru dari hasil penyekatan.

“Dengan adanya virus baru ini, lebih bermutasi dan lebih menular, maka baik dari Bangkalan maupun Surabaya benar-benar harus menjaga penduduknya agar tidak berimbas lebih banyak,” katanya.

Karena itu, Prof Pandu mendorong semua pihak agar bisa melakukan langkah preventif supaya virus ini tidak lebih meluas. Salah satu caranya yakni dengan memasifkan upaya testing, tracing, dan treatment. Makanya, perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan.

“Itu harus kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Bangkalan. Karena tujuannya sama, ingin saling menjaga dan saling melindungi agar perluasan virus ini tidak menyebar ke penduduk yang belum terkena,” terangnya.

Optimalkan Edukasi Prokes

BERSAUDARA: Eri Cahyadi (kiri) bersama Bupati Bangkalan, Ra Latif di Pos Penyekatan Suramadu. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BERSAUDARA: Eri Cahyadi (kiri) bersama Bupati Bangkalan, Ra Latif di Pos Penyekatan Suramadu. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Di sisi lain, Prof Pandu juga mengimbau pemerintah agar terus mengoptimalkan edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. Tentu cara edukasi yang dilakukan kepada warga Surabaya dan Bangkalan metodenya berbeda. Makanya dalam hal ini perlu ada keterlibatan tokoh masyarakat, serta tokoh agama sekitar.

“Ada budaya-budaya yang harus dipahami, karena edukasi tanpa keterlibatan masyarakat maka tidak nyampai. Ini kita khawatir dianggap malah menghambat, memburuk-burukkan suatu kota atau kabupaten. Karena itulah kita harus mengajak masyarakat untuk edukasi yang sama bukan hanya pemerintah saja,” pesannya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, Surabaya dan Bangkalan ibarat keluarga yang tidak bisa dipisahkan.

Karenanya, untuk memutus mata rantai Covid-19 ini dibutuhkan kebersamaan. “Makanya, sebagai saudara kita harus saling melengkapi dan membantu,” kata Eri.

Eri bersama Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imron sepakat untuk menerapkan swab di kedua sisi Jembatan Suramadu. Kebijakan ini dilakukan tak lain semata-mata untuk melindungi warga, baik yang akan ke Bangkalan maupun ke Surabaya.

“Yang pasti, warga yang akan masuk ke Madura, harus saya pastikan sehat dengan dilakukan tes di Suramadu sisi Surabaya. Jadi, ini satu keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona