Survei Cawagub: Emil Ungguli Puti Hampir di Semua Kategori

EMIL UNGGULI PUTI: Popularitas dan akseptabilitas Emil Dardak masih di atas Puti Guntur. | Foto: Capture Survei SSC
EMIL UNGGULI PUTI: Popularitas dan akseptabilitas Emil Dardak masih di atas Puti Guntur. | Grafis: Capture Survei SSC

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC) mencatat, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sudah mentok — karena mencapai level tertinggi — untuk tiga kategori utama dalam survei: Popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas.

Dengan demikian, ‘kunci’ kemenangan di Pilgub Jatim 2018 berpotensi ditentukan Cawagub. Nah, ditilik dari sisi ini, Emil Elestianto Dardak juga mengungguli Puti Guntur Soekarno hampir di semua kategori, terutama tiga kategori utama dalam survei tersebut.

Merujuk hasil survei SSC periode 11-19 April 2018 yang dirilis di salah satu hotel di Surabaya, Jumat (27/4), Emil mencatat popularitas 68,2 persen dengan akseptabilitas (tingkat penerimaan publik) 58,2 persen. Sedangkan Puti meraih popularitas 56,3 persen dengan akseptabilitas 43,5 persen.

• Baca: 63 Hari Lagi Coblosan! Survei: Khofifah-Emil Unggul 1,9 Persen

Begitu pula untuk top of mind Cawagub. Emil meraih 17,1 persen, Puti 12,9 persen dengan undecided voters 70 persen. Jika digabung dengan Cagub, Khofifah-Emil meraih 34,8 persen, Gus Ipul-Puti 32,6 dengan undecided voters 32,6.

Pun demikian dengan elektabilitas, Emil meraih 28,6 persen, Puti 21,2 persen dengan undecided voters 50,2. Jika digabung dengan Cagub, Khofifah-Emil dipilih 41,1 persen, Gus Ipul-Puti 39,2 persen dengan undecided voters 19,7 persen.

Viktor Tobing, peneliti senior SSC menilai, sebenarnya Puti sudah melakukan apa yang harus dilakukan, mengingat pergerakan Gus Ipul tak banyak berkembang dalam kurun waktu hampir dua tahun ini.

• Baca: Elektabilitas Gus Ipul-Puti Jeblok, PDIP Sentil Gerindra-PKB

“Namun jangan salah, selihai apapun Puti tetap harus berinovasi dan ber-manuver untuk mengembangkan strategi menggaet hati pemilih, utamanya pemilih pemula yang notabene mendominasi angka DPT di Jatim,” katanya.

“Jika tidak, ketertingalannya dari Emil benar-benar tidak akan terkejar,” lanjut dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya tersebut.

Victor mencontohkan kategori akseptabilitas. Sebagai Cawagub, rupanya Puti belum cukup dikenal rekam jejak politiknya, sehingga memungkinkan dia belum bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Jatim.

EMIL LEBIH DIPILIH: Tak hanya popularitas dan akseptabilitas, elektabilitas Emil Dardak juga masih di atas Puti Guntur. | Foto: Capture Survei SSC
EMIL LEBIH DIPILIH: Tak hanya popularitas dan akseptabilitas, elektabilitas Emil Dardak juga masih di atas Puti Guntur. | Grafis: Capture Survei SSC

Meski tak selalu linier antara popularitas dan akseptabilitas untuk meraih angka elektabilitas yang memuaskan, dalam hal ini raupan suara yang diperoleh Emil cukup membantu positioning-nya mengungguli keponakan Sukmawati Soekarno Putri itu.

“Jika pada elektabilitas Emil mendapat 28,6 persen dan Puti 21,2 persen, artinya ada 50,2 persen angka undecided voter yang masih mungkin diperebutkan keduanya,” katanya.

• Baca: Elektabilitas Khofifah-Emil Naik, Tim Fokus Amankan Suara

Namun, tandas Victor, masyarakat Jatim butuh lebih dari sekadar inovasi, lebih dari sekadar janji dan retorika. Masyarakat butuh bukti nyata yang konkret untuk bisa membawa perubahan yang lebih baik pasca kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul.

“Itulah tantangan yang dihadapkan pada kedua kandidat pemimpin muda Jatim ini, baik Emil maupun Puti. Satu lagi, meet the people adalah kunci jawaban dari tantangan yang ada,” pungkasnya.