Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Soal Populasi Sapi Potong di Jatim 4,93 Juta Ekor, PPSDS: Harusnya Khofifah Lebih Rinci!

Berita Terkait

MINIM SIAP POTONG: Kondisi stok sapi siap potong minim di Pasar Sapi Wonoasih, Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
MINIM SIAP POTONG: Kondisi stok sapi siap potong minim di Pasar Sapi Wonoasih, Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bertemu Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (1/3/2022) malam, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memamerkan sejumlah keberhasilan provinsi yang dipimpinnya.

Mulai dari Jatim yang menduduki peringkat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.91 juta ton GKG (Gabah Kering Giling). Lalu bebas desa tertinggal yang semula tersisa 343 desa pada Juli 2019,  penurunan kemiskinan 313.130 orang (Maret-September 2021), hingga jumlah populasi sapi potong tertinggi di Indonesia 4,93 juta ekor per 31 Desember 2021.

Khusus jumlah populasi sapi mendapat sorotan dari Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif. Menurutnya, data yang disampaikan Khofifah adalah jumlah populasi sapi potong secara keseluruhan.

“Seharusnya gubernur bisa menjelaskan secara jelas dan terperinci. Berapa jumlah sapi siap potong, sapi bakalan, sapi betina anakan, sapi betina indukan, dan tidak kalah pentingnya berapa sapi betina yang majer (bisa dipotong),” katanya, Kamis (3/3/2022).

Sebab, tandas Muthowif, hal ini terkait dengan kebutuhan daging di Jatim jelang Ramadhan, Idul Fitri 1443 H hingga Idul Adha. Maka seharusnya ada penjelasan satu ekor sapi Madura, misalnya, menghasilkan berapa kilogram daging. Begitu pula satu ekor sapi Limousin, sehingga stok daging yang ada dan berapa kekurannya bisa jelas.

“Kalau hanya menyebutkan 4,93 juta ekor sapi, data tersebut bagi saya belum bisa dipertanggungjawabkan secara nyata tentang ketersediaan sapi siap potong di Jatim. Begitu pula berapa ketersediaan daging sapi dalam satu tahun dan jumlah sapi yang ke luar dari Jatim,” ujarnya.

Hal ini, tandas Muthowif, beda dengan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) belakangan ini saat rapat koordinasi dengan para pelaku dan pedagang daging. Dalam rapat koordinasi, pihak Kementan minta data sapi siap potong dan lokasinya setiap kota/kabupaten dan provinsi.

Memang, lanjut Muthowif, hingga kini harga daging segar yang ada di pasar tradisional se-Jatim belum mengalami kenaikan. Sebab, tradisi menaikan harga daging segar akan terjadi pada saat menjelang Idul Fitri dan setelahnya sampai dengan Idul Adha.

“Situasi ini yang harus dipersiapkan dan diperhatikan secara serius oleh Pemprov Jatim. Kalau tidak ada perhatian, saya khawatir harga daging segar di pasar tradisional tidak terkendali dan sesuai dengan mekanisme pasar,” ucapnya.

Sebelumnya, Senin (28/2/2022), Khofifah bahkan melarang daging sapi impor masuk ke Jatim lantaran populasi sapi potong masih berlimpah, mencapai 4,93 juta ekor. Selain suplai terkendali, harga di pasar tradisional juga masih stabil.

“Silakan kalau pemerintah melakukan impor, tapi saya melarang untuk masuknya daging impor ke Jatim. Insyaallah Jatim sudah sangat cukup untuk menyiapkan kebutuhan daging di seluruh area pasar modern maupun tradisional sampai titik konsumen,” kata Khofifah.

BAKALN SIAP POTONG: Data sapi bakalan siap potong, Jawa Timur nomor enam, di bawah Jabar dan Jateng. | Sumber: Kementan
BAKALN SIAP POTONG: Data sapi bakalan siap potong, Jawa Timur nomor enam, di bawah Jabar dan Jateng. | Sumber: Kementan

» Baca berita terkait Sapi. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -