Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 79,6 T, Direktur SSC: Sampai Tidak ke Masyarakat?

Berita Terkait

INVESTASI: Realisasi investasi Jatim, apakah benar-benar sampai dan bisa dirasakan masyarakat luas? | Foto: DPMPTSP
INVESTASI: Realisasi investasi Jatim, apakah benar-benar sampai dan bisa dirasakan masyarakat luas? | Foto: DPMPTSP
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski kalah dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, realisasi investasi Jawa Timur sepanjang 2021 terbilang tinggi: Rp 79,6 triliun dari 16.075 proyek — data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Namun Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo berpendapat, yang terpenting bukan angka keberhasilan tapi apakah investasi itu benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat luas.

“Apakah itu indeks investasi, kesehatan, kemiskinan, hal-hal semacam itu kan tidak terlalu dipahami oleh publik. Jadi apa yang ingin dilihat oleh masyarakat itu apa yang betul-betul bisa dilihat, betul-betul menyentuh dirinya,” kata Mochtar, Kamis (24/2/2022).

“Bahkan selalu debatable-nya investasi itu sampai tidak kepada rakyat. Walaupun investasi katakan Rp 1.000 triliun tapi kalau itu tidak sampai ke bawah, publik juga tidak akan tahu bahwa ada investasi, bahwa investasi naik,” sambungnya.

Nah, persoalannya sekarang berbagai macam proyek padat karya semakin hilang, sehingga publik tidak bisa merasakan peningkatan-peningkatan investasi. Beda dengan di masa lalu, publik lebih banyak dilibatkan dalam proses pembangunan.

Terlebih dalam tiga tahun kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, kata Mochtar, Jatim memang relatif kondusif tapi publik melihat belum banyak terobosan, percepatan, maupun akselerasi yang bersifat progresif.

“Jadi PR utama Khofifah-Emil di sisa dua tahun masa jabatannya, justru bagaimana bisa menunjukkan kualitas dan kapasitasnya yang selama ini menjadi ekspektasi publik untuk melakukan langkah-langkah akseleratif, progresif. Sehingga, betul-betul kebijakan yang dilahirkan bisa menyentuh masyarakat,” paparnya.

Seperti diberitakan, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, ada tujuh provinsi dengan realisasi investasi tertinggi yang menyumbang Rp 526,58 triliun (58,4%) dari total capaian investasi Rp 901,02 triliun sepanjang 2021.

Juaranya adalah Jawa Barat. Realisasi investasi provinsi yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil itu sebesar Rp 136,1 triliun dari 13.847 proyek. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta (Rp 136,1 triliun/13.847 proyek), sedangkan Jatim berada di posisi ketiga (Rp 79,6 triliun/16.075 proyek).

Menyusul di bawahnya secara berurutan yakni Banten (Rp 58 triliun/6.342 proyek), Riau (Rp 53,1 triliun/2.949 proyek), Jawa Tengah (Rp 52,7 triliun/9.723 proyek), dan Maluku Utara (Rp 43,8 triliun/425 proyek).

REALISASI INVESTASI 7 PROVINSI
1. Jawa Barat Rp 136,1 T – 13.847 proyek
2. DKI Jakarta Rp 103,3 T – 34.739 proyesk
3. Jawa Timur Rp 79,6 triliun – 16.075 proyek.
4. Banten Rp 58 T – 6.342 proyek
5. Riau Rp 53,1 T – 2.949 proyek
6. Jawa Tengah Rp 52,7 T – 9.723 proyek
7. Maluku Utara Rp 43,8 T – 425 proyek

REALISASI INVESTASI 10 KAB/KOTA
1. Kab. Bekasi Rp 43,27 T – 3.402 proyek
2. Kota Surabaya Rp 29,22 T – 4.030 proyek
3. Kab. Halmahera Tengah Rp 28,81 T – 51 proyek
4. Kab. Morowali Rp 28,78 T – 141 proyek
5. Kab. Karawang Rp 26,63 T – 1.301 proyek
6. Kab. Mimika Rp 20,60 T – 85 proyek
7. Kab. Konawe Rp 20,06 T – 122 proyek
8. Kota Balikpapan Rp 19,60 T – 1.585 proyek
9. Kota Cilegon Rp 17,80 T – 338 proyek
10. Kab. Gersik Rp 16,76 T – 1.344 proyek

» Baca berita terkait Investasi. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -