Sidoarjo Zona Merah Corona, Cak Nur: Ruang Isolasi Memadai

TINJAU RS RUJUKAN: Nur Achmad Syaifuddin (kiri), tinjau RSUD Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TINJAU RS RUJUKAN: Nur Achmad Syaifuddin (kiri), tinjau RSUD Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Bersama Surabaya dan Malang Raya, Blitar Raya dan Magetan, Sidoarjo ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus Corona (Covid-19). Jumlah rumah sakit (RS) rujukan pun bertambah, dari sebelumnya tiga kini menjadi lima.

Ketiga RS rujukan sebelumnya, yakni RSUD Sidoarjo dengan kapasitas 10 tempat isolasi, RS Siti Hajar (6), dan RS Mitra Keluarga Waru (2). Sedangkan dua RS rujukan baru yakni RS Siti Khodijah dan RS Anwar Media, masing-masing dua tempat isolasi.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin pun memastikan kalau ruang isolasi RS yang ditunjuk untuk menangani pasien Corona cukup memadai. Dia meminta pihak RS jangan sampai ada pasien yang tidak tertampung.

“Tadi malam (Minggu, 22 maret 2020) kami meninjau langsung ke RSUD Sidoarjo dan ruang isolasi khusus untuk merawat PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Kami ingin memastikan jangan sampai daya tampung ruang isolasi overload,” kata pejabat yang akrab disapa Cak Nur tersebut, Senin (23/3/2020).

Dia perlu memastikan, karena RS rujukan di Sidoarjo juga menampung pasien Corona dari luar Sidoarjo. Seperti Mojokerto dan Kraksaan, Probolinggo yang rumah sakitnya belum siap menangani pasien Corona dari sisi sarana maupun SDM.

Dari hasil kunjungan, Cak Nur melihat di RSUD Sidoarjo merawat enam PDP dan masih ada empat bed untuk menampung. Begitu juga di RS rujukan lainnya, jika ada pasien terkait Coron, bisa dipastikan tertampung.

“Daya tampung ruang isolasi di Sidoarjo saat ini masih ada delapan bed. Jika situasi berkembang, maka kami berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan,” imbuhnya.

Saat ini, ada tiga pasien di Sidoarjo positif Corona, 17 ODP dan enam PDP. Meski demikian, Cak Nur minta masyarakat jangan panik, serta tidak mudah menerima informasi tentang Corona yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

» Baca Berita Terkait Virus Corona