Dulu Kiai Said Bilang Tak Maju Lagi, Kini Apa Kata Muktamirin!

APA KATA MUKTAMIRIN: Kiai Said Aqil Siroj, maju atau tidak lagi terserah peserta muktamar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
APA KATA MUKTAMIRIN: Kiai Said Aqil Siroj, maju lagi atau tidak terserah peserta muktamar. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sikap tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Saiq Aqil Siroj soal tak maju lagi sebagai ketua umum untuk kali ketiga pada Muktamar ke-34 NU tahun depan tampaknya mulai berubah.

“Apa kata muktamirin (peserta muktamar),” katanya saat ditanya apakah akan maju di Muktamar ke-34 NU, seusai menghadiri silaturahim dan sarasehan di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam.

Saat kembali dipertegas, apakah itu artinya Kiai Said balik memutuskan maju? “Apa kata muktamirin,” tandasnya mengulang jawaban sambil berjalan meninggalkan kerumunan wartawan.

Sebelumnya, ketika memberikan taushiyah Maulidurrasul pada Harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, 27 Januari 2018, Kiai Said begitu gamblang menyatakan tak akan maju lagi sebagai ketua umum PBNU.

“Barangkali saya berdiri di depan para ibu Muslimat ini yang terakhir. Tahun 2020 Mukhtamar NU saya tidak akan mencalonkan diri,” katanya di hadapan ratusan ribu warga Muslimat NU. Hadir pula saat itu Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja.

“Silakan yang lain (maju), siapapun! Saya tidak punya calon, siapapun kader NU mencalonkan diri sebagai ketua NU, monggo (silakan),” tandasnya.

Bukan di acara Harlah Muslimat NU saja, sebelumnya saat pembukaan Konferwil PWNU Jatim di Ponpes Lirboyo, Kediri, 28 Juli 2018, Kiai Said juga menegaskan dirinya tak maju lagi sebagai ketua umum.

“Saya ingin ngikut Kiai Mutawakkil (ketua PWNU Jatim sebelum KH Marzuki Mustamar), cukup dua periode lah, uda capek uda. Cukup dua kali,” katanya.

“Silakan siapkan pengganti saya tahun 2020. yang lebih cerdas, yang lebih pinter daripada Gus Dur, cari! Karena nanti tantangannya nanti lebih besar, lebih berat daripada yang dihadapi Gus Dur. Cari ketua umum PBNU yang lebih cerdas daripada Gus Dur, lebih cerdas daripada saya,” pintanya.

Namun seiring perjalanan waktu, sikap tegas Kiai Said, sekali lagi, tampaknya berubah. Saat untuk kali ketiga ditanya apakah maju atau tidak di Muktamar ke-34 NU, lagi-lagi jawabannya, “Apa kata muktamirin.”

» Baca Berita Terkait PBNU, Muktamar NU