Siaga Banjir! Khofifah Siapkan Peringatan Dini Lewat HP

Khofifah dan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono tinjau lokasi banjir. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya
Khofifah dan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono tinjau lokasi banjir. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya

NGAWI, Barometerjatim.com – Tak hanya melakukan sejumlah antisipasi banjir — di antaranya finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) — Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga menyiapkan early warning system atau sistem peringatan dini berbasis digital.

“Kami sedang mengkomunikasikan dengan provider-provider, agar bisa mengirimkan informasi kepada masyarakat akan terjadinya bencana lewat SMS, misalnya,” kata Khofifah saat meninjau daerah terdampak banjir di Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Kamis (7/3/2019).

Dasar early warning system berbasis digital, menurut Khofifah, karena masyarakat saat ini hampir semuanya memiliki gadget. Karena itu bisa dimanfaatkan untuk antisipasi atau waspada bencana.

Dia mencontohkan banjir yang terjadi di Ngawi karena adanya luapan sungai Bengawan Solo masuk lewat kali Madiun, sehingga dibutuhkan waktu sekitar 6 jam sebelum air sampai di Ponorogo dan sekitar 10 jam sampai di Ngawi.

“Nantinya akan ada pemberitahuan lewat HP (handphone) warga, bahwa dalam waktu sekian jam akan terjadi banjir di wilayahnya,” terangnya.

Selain itu, Khofifah meminta masyarakat Jatim untuk bisa living harmony with disaster, mengingat topografi wilayah Indonesia termasuk Jatim yang memungkinkan sering terjadi bencana.

Masyarakat diminta mengetahui, bahwa lima bencana tertinggi yang mungkin terjadi di Jatim yaitu banjir, kebakaran, angin termasuk di dalamnya puting beliung, dan tanah longsor.

“Saat ini memang banjir merupakan peringkat nomor satu bencana yang sering terjadi di Jatim,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Bencana Alam