Shalat Id di RSLI: Imam di Zona Hijau, Makmum di Zona Merah!

PROKES KETAT: Shalat Idul Fitri di RS Lapangan Indrapura dengan protokol kesehatan ketat. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PROKES KETAT: Shalat Idul Fitri di RS Lapangan Indrapura dengan protokol kesehatan ketat. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya pengelola masjid maupun mushala, pihak Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya yang menangani pasien Covid-19 juga menggelar shalat Idul Fitri (Id) 1442 Hijriyah, Kamis (13/5/2021).

Shalat yang digelar di depan Tenda A (Administrasi) tersebut dibagi dalam dua zona. 30-an pasien Covid-19, termasuk yang berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), berada di zona merah (infeksius).

Sedangkan zona hijau ditempati 50 orang tenaga kesehatan (nakes), relawan, dan petugas RSLI. Turut pula shalat Id yakni Penanggung jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara serta Ketua Relawan pendamping PPKPC-RSLI, Radian Jadid.

Berbeda dengan penyelenggarakan shalat Idul Adha tahun lalu yang menempatkan imam dan khatib di zona merah karena berasal dari pasien, kali ini ditempatkan di zona hijau dan pasien menjadi makmum di zona merah.

Bertindak sebagai imam dan khatib yakni S supervisi RSLI dari BPBD, Sa’d Nasir. Dalam khotbanya, dia menyampaikan rasa syukur karena semua nakes, relawan, dan pasien masih diberikan kesempatan merayakan Idul Fitri walaupun dalam suasana pandemi Covid-19.

Nasir juga mengingatkan, bahwa sakit bagi manusia bisa berarti ujian dan bisa pula karena banyak melakukan dosa baik yang disadari maupun tidak.

“Untuk itu, marilah kita banyak-banyak bertobat. Memohon ampunan Allah Swt serta memohon untuk dapat segera diangkat dan disembuhkan sakitnya. Semoga sakit ini bisa menjadi penebus dan pengurang dosa di akhirat kelak,” katanya.

Usai shalat Id, nakes, relawan, dan petugas melanjutkan lebaran dan syukuran di Tenda A dengan menu khusus opor ayam sumbangan dari para dokter senior. Sedangkan menu untuk pasien tak kalah spesial, yakni gudeg Yogyakarta.

“Ini dimaksudkan supaya mereka turut merasakan kegembiraan di hari lebaran,” kata Mesak Ome dari bagian gizi RSLI.

Sementara Nalendra menyampaikan, penyelenggaraan shalat Id ini dimaksudkan untuk membersamai para nakes dan relawan yang bertugas, para pasien umum dan juga PMI yang masih dirawat dalam menjalani Idul Fitri di RSLI.

“Pasien tidak sendiri, pasien tetap diperhatikan dan didampingi. Mengedepankan konsep be happy, RSLI tetap memberikan layanan yang ditujukan untuk memberikan rasa nyaman dan kegembiraan kepada semua pasien,” katanya.

Sembuhkan 7.013 Pasien

DUA ZONA: Shalat Idul Fitri di RS Lapangan Indrapura dibagi dalam dua zona. | Foto: Barometerjatim.com/IST
DUA ZONA: Shalat Idul Fitri di RS Lapangan Indrapura dibagi dalam dua zona. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Sedangkan Jadid menuturkan, hingga hampir satu tahun beroperasi, RSLI telah melayani 7.336 pasien, menyembuhkan 7.013 penyintas Covid-19 dengan angka kematian satu orang. Saat ini masih merawat 50 pasien baik dari umum maupun PMI.

“Seperti diketahui bersama, RSLI dilibatakan dalam Satgas Penangaan PMI Jatim dalam pelayanaan bagi PMI yang positif Covid-19,” katanya.

Dari rencana sekitar 14 ribu PMI yang masuk Jatim, data di relawan pendamping PPKPC-RSLI tercatat 8.498 sudah masuk di Jatim. Mereka kebanyakan dari Malaysia, disusul Singapura, Hong Kong, dan Brunei Darussalam.

“66 di antaranya dirawat di RSLI karena terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 35 orang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang, melanjutkan isolasi mandiri menggenapi 14 hari di tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Dalam perjalanannya, lanjut Jadid, mereka juga dipantau Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim dan dimonitor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim serta Dinkes kota setempat.

» Baca Berita Terkait Idul Fitri