Risma Dipolisikan, 65 Advokat Nilai Pendukung Machfud Lucu!

BERSAMA RISMA: 65 pengacara mendukung Risma yang dilaporkan kubu Machfud Arifin ke Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BERSAMA RISMA: 65 pengacara mendukung Risma yang dilaporkan kubu Machfud Arifin ke Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gara-gara kata kiasan yang menyebut Cawali nomor urut dua Eri Cahyadi sebagai anaknya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma dilaporkan ke Polda Jatim.

Pelapornya yakni Abdul Malik, advokat yang juga politikus Partai Gerindra sekaligus pendukung pasangan calon nomor urut dua, Machfud Arifin-Mujiaman.

Namun laporan Malik justru menumbuhkan empati dari sejumlah kalangan. Termasuk 65 pengacara yang tergabung dalam ”Advokat Anak-anak Bu Risma Bersatu”.

Juru bicara ke-65 advokat, Rio Dedy Heryawan menegaskan laporan Malik tersebut sangat tidak berdasar, bahkan terkesan lucu.

”Lucu! Kan itu kata kiasan, karena Mas Eri memang dididik Bu Risma. Ini kan sama dengan Bu Risma yang selalu bilang bahwa seluruh anak di Surabaya adalah anaknya,” katanya, Rabu (4/11/2020).

“Sehingga beliau mati-matian membela, mulai menyelenggarakan sekolah gratis, memberi beasiswa, merawat anak telantar, membina anak jalanan dan sebagainya,” tandas Rio.

Dia juga mencontohkan seorang guru yang mengajar di kelas, mereka memanggil murid dengan sebutan anak. “Seharusnya pelapor harus memahami terlebih dahulu,” tegasnya.

Makin Tak Kondusif

Rio menambahkan, para pengacara juga prihatin karena kondisi menjelang Pilwali Surabaya semakin tidak kondusif. Termasuk ada calon tertentu yang bermanuver dengan segala cara dan membabi-buta menyerang Risma.

Bahkan, gambar Risma dihalangi untuk ditampilkan di Alat Peraga Kampanye (APK), padahal dia pengurus partai yang secara aturan gambaranya dilegalkan untuk tampil pada APK.

Seperti diberitakan, beberapa hari lalu Malik melaporkan Risma ke Polda Jatim. Ada dua poin aduan. Pertama, soal pernyataan Risma saat kampanye yang menyatakan Eri merupakan anaknya. Kedua, terkait cuti kampanye. Risma dianggap belum mengajukan cuti kampanye.

”Kami sudah telaah semua, Bu Risma tidak bersalah. Bu Risma dizalimi, maka kami bergerak membela. Kami akan melakukan pendampingan pada Bu Risma, bahkan banyak advokat lain yang akan bergabung membela beliau,” pungkas Rio.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya