Renville Cium Gejala Pelanggaran Terstruktur dan Masif

CIUM GEJALA PELANGGARAN MASIF: Renville Antonio mulai mencium gejala pelanggaran terstruktur dan masif di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
CIUM GEJALA PELANGGARAN MASIF: Renville Antonio mulai mencium gejala pelanggaran terstruktur dan masif di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekretaris Tim Kampanye Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, Renville Antonio berterima kasih kepada seluruh relawan paslon nomor urut satu yang bergerak cepat melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di banyak kabupaten/kota di Jatim.

“Perkara setelah dilaporkan (ke Panwaslu atau Bawaslu Jatim) kemudian dinyatakan tidak cukup bukti atau dianggap tidak memenuhi syarat, biarlah! Kita juga tidak bisa memaksa, terpenting kita terus fokus pada pengawasan dan pengamanan,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (12/6).

Bagi Renville, pengawasan dan pengamanan saat ini menjadi fokus perhatian timnya. Terlebih dia mulai mencium gejala pelanggaran yang terstruktur dan masif, bahkan — kalau dibiarkan — bisa lebih hebat lagi terjadi saat pemungutan hingga penghitungan suara.

• Baca: Renville: Hanya Kecurangan yang Bisa Kalahkan Khofifah-Emil

“Ini yang kami khawatirkan, ada hal-hal, pihak-pihak lain yang akan melakukan perbuatan yang mungkin melakukan kecurangan, yang sifatnya terstruktur dan masif. Dan jika itu terjadi yang rugi masyarakat Jatim,” paparnya.

Statement pria yang juga sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim tersebut tak asal, karena dalam satu bulan terakhir cukup banyak laporan dugaan pelanggaran yang dilaporkan ke Panwaslu di banyak kabupaten/kota di Jatim.

“Seperti informasi yang kami dapatkan,  sudah mulai ada kepala desa yang ikut campur, kemudian PPDI ikut juga di dalamnya. Ada, mungkin, pihak-pihak lain yang harusnya netral ternyata sudah tidak netral lagi,” tandasnya.

• Baca: Elektabilitas Meroket, Khofifah-Emil Diserbu ‘Spanduk Hitam’

“Menurut saya, ini tanda-tanda saja. Ini gejala yang mungkin lebih hebat ke depan nanti. Ini yang harus kami cegat,” tambah politikus yang juga anggota DPRD Jatim tersebut.

Meski demikian, dia meminta para relawan tetap pada fokus utama, yakni pengawalan dan pengamanan. Jangan sampai kelewat terpancing dan teralihkan pada bentuk meme, opini atau spanduk yang mungkin sengaja dibuat untuk mengalihkan tim dan relawan paslon nomor satu dari fokus utamanya.

“Fokus kita sekarang hanya satu, yakni pengamanan dan pengawasan mulai dari saat ini, kejadian-kejadian yang ada, sampai pemungutan dan penghitungan suara,” tegasnya.

• Baca: Elektabilitas Khofifah-Emil Naik, Tim Fokus Amankan Suara

Apalagi, tandasnya, di setiap survei Khofifah-Emil selalu unggul bahkan jauh di atas margin of error. “Kita tetap ke fokus utama kita, pengamanan, pengawasan terhadap apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak lain, indikasi-indikasi yang akan merugikan paslon kita.”

Saat ditanya apakah dugaan pelanggaran hingga kampanye hitam yang belakangan marak sengaja dibuat untuk merusak konsentrasi tim paslon nomor satu, Renville tak menampik hal tersebut.

“Pengalaman kami di Pilkada selama ini, banyak hal yang bisa membuat pendukung atau tim beralih fokusnya. Bisa saja hal itu untuk pengalihan fokus dengan harapan agar lupa dengan fokus utamanya,” katanya.