Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Prabowo Banjir Dukungan dari Warga NU, Anwar Sadad: Komunikasi yang Dibangun Jujur!

Berita Terkait

DIDUKUNG WARGA NU: Prabowo mendapat sambutan luar biasa saat menghadiri Kongres Fatayat NU. | Foto: IST
DIDUKUNG WARGA NU: Prabowo mendapat sambutan luar biasa saat menghadiri Kongres Fatayat NU. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto makin banjir dukungan dari warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk nyalon presiden di 2024.

Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan, 41,5 persen responden dari kalangan Nahdliyin (warga NU) akan memilih politikus yang juga Menteri Pertahanan tersebut.

Menyusul di belakang Prabowo yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (24,2 persen) dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (13,8 persen).

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad menuturkan komunikasi yang dibangun Prabowo dengan warga NU selama ini bersifat alami, jujur, apa adanya, jauh dari kesan gimmick politik.

“Dalam beberapa kali kesempatan mendampingi beliau dalam kunjungannya ke kiai-kiai NU di Jatim, saya menyaksikan bahwa sudah ada koneksi kultural yang terbangun sejak lama,” katanya, Sabtu (16/7/2022).

Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim mencontohkan kedekatan Prabowo dengan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Situbondo, RKH Kholil As’ad.

“Itu sudah diawali dengan kedekatan Kiai As’ad Syamsul Arifin (ayah Kiai Kholil) dengan keluarga Pak Cum (Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo) dan kelurga Pak Harto,” jelasnya.

Demikian pula kedekatan Prabowo dengan keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng Jombang. “Malah lebih lama, karena sudah ada persahabatan antara ibunda Gus Dur dengan eyang putri Pak Prabowo, yaitu Bu Margono,” ucapnya.

Saat masih aktif sebagai tentara, lanjut Sadad, Prabowo muda juga kerap silaturrahim kepada kiai-kiai, termasuk di antaranya Mbah Jalil Mustaqim Tulungagung dan kiai dari Ploso Kediri.

“Jadi pada dasarnya, sudah ada koneksi yang bersifat tradisional antara Pak Prabowo dengan Nahdliyin,” tandas politikus keluarga Ponpes Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu.

“Nah, peristiwa kemarin di Palembang saat menghadiri pembukaan Kongres Fatayat NU memperkuat kesan tersebut. Nampak kuat sekali vibes-nya,” imbuh kandidat doktor Politik Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut.

Di Atas Ganjar dan Anies

Sebelumnya, Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Barky menyebut, lonjakan elektabilitas Prabowo di kalangan NU terjadi usai Partai Gerindra koalisi dengan PKB untuk Pemilu 2024.

“Pasca terbentuknya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya antara Partai Gerindra dan PKB, mayoritas warga Nahdliyin mulai berpaling mendukung Prabowo untuk maju dalam Pilpres 2024,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (15/7/2022).

Secara umum, lanjut Gema, elektabilitas Prabowo juga meningkat signifikan ketimbang periode survei lalu. Kali ini tingkat keterpilihannya mencapai 29,5 persen.

“Pada survei LSN Februari 2022, elektabilitas Prabowo 21,9 persen dan berada di posisi puncak,” katanya. Disusul Ganjar 23,1 persen dan 18,5 persen responden menjatuhkan pilihannya pada Anies Baswedan.

Survei LSN dilakukan di 34 provinsi pada 10-24 Juni. Jumlah responden sebanyak 1.500 yang dipilih dengan multistage random sampling. Margin of error 2,53 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -