PPKM Darurat Lanjut! Nih 4 Langkah Preventif Eri Cahyadi

PREVENTIF: Eri Cahyadi, siapkan empat langkah preventif tangani Covid-19 di masa PPKM Darurat. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PREVENTIF: Eri Cahyadi, siapkan empat langkah preventif tangani Covid-19 di masa PPKM Darurat. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi langsung mengambil sedikitnya empat langkah preventif menindaklanjuti perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat hingga 25 Juli 2021.

Pertama, menyiapkan tempat isolasi mandiri (isoman) di setiap kelurahan se-Surabaya. Tempat tersebut diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala atau gejala ringan, terutama bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan dipakai isoman.

“Semua kelurahan yang terdiri dari 154 itu, kita sudah siapkan tempat isoman. Ini untuk memutus penyebaran Covid-19, khususnya klaster keluarga, agar pasien tidak menularkan kepada anggota keluarga lainnya,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (21/7/2021).

Soal lokasi isoman, menurut Eri, menggunakan berbagai tempat publik, salah satunya sekolah. Pemilihan lokasi sekolah tersebut, lantaran bangunannya sudah menjadi per ruangan dan fasilitas toilet tersedia.

“Di setiap ruangannya juga sudah ada ventilasi maupun AC-nya. Sementara ini kita kirim 30 bed per kelurahan, tapi kita lihat dan pantau lagi berapa jumlah kasus di setiap kelurahan, kita sesuaikan,” terangnya.

Kedua, Pemkot Surabaya menyiapkan dua lokasi Rumah Sakit (RS) Darurat yakni GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) dan Lapangan Kalibokor. Rencananya, kedua RS Darurat tersebut beroperasi akhir pekan ini.

“Hari ini sudah siap tempatnya semua, mudah-mudahan Jumat sudah beroperasi. Sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang isoman di rumah, kalau rumahnya tidak memenuhi syarat,” paparnya.

Ketiga, memasifkan testing dan tracing. Eri bahkan memastikan sudah mendistribusikan 40 ribu swab antigen yang dibagikan untuk 63 Puskesmas se-Surabaya.

“Tiap Puskesmas dikirim oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) rata-rata 2-4 ribu. Nah bagi masyarakat yang merasa menjadi kontak erat atau mengalami gejala, silakan swab. Saat hasilnya positif langsung isolasi ya, tetapi apabila negatif cukup kami info tidak diberikan hasilnya,” paparnya.

Keempat, dalam sehari diterjunkan petugas tracing dari berbagai Perangkat Daerah (PD). Eri juga memastikan tidak ada lagi keterlambatan tracing untuk menemukan kontak erat pasien Covid-19. Jika ditemukan satu kasus pasien terkonfirmasi, maka sebanyak-banyaknya menemukan kontak erat.

“Jadi, per hari tracing-nya harus sudah selesai, supaya tidak ada keterlambatan. Kalau ternyata dari kontak erat itu hasilnya positif, maka kita lakukan tracing lagi pada kontak erat orang itu, begitu seterusnya. Ini tujuannya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Sesuai janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat, Selasa (20/7/2021), apabila selama seminggu ke depan ada penurunan kasus, pemerintah pusat akan melakukan relaksasi untuk menggerakkan roda perekonomian.

Karena itu, Eri berharap betul kepada warganya untuk bersama-sama menurunkan kasus Covid-19. “Ayo dalam seminggu ini kita berjibaku supaya minggu depan ini bisa turun, sehingga bisa dilakukan relaksasi,” katanya.

“Saya sudah sampaikan kepada jajaran Pemkot untuk turun dan melakukan pengecekan terus menerus,” tandas mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.

» Baca Berita Terkait PPKM Darurat