PPKM Darurat, DPRD: Hentikan Operasional Bus Suroboyo!

SETOP SEMENTARA: Situasi PPKM Darurat, kalangan DPRD minta operasional Bus Suroboyo dihentikan. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
SETOP SEMENTARA: Situasi PPKM Darurat, kalangan DPRD minta operasional Bus Suroboyo dihentikan. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi’i meminta Pemkot Surabaya agar menghentikan sementara operasional Bus Suroboyo selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.

Apalagi, keberadaan bus ini justru dimanfaatkan warga untuk sekadar jalan-jalan. Padahal di masa PPKM Darurat, pemerintah mengimbau warga supaya di rumah saja untuk memutus penularan Covid-19.

“Saya melihat sendiri sepanjang perjalanan dari Jembatan Merah sampai Joyoboyo, hanya ada dua penumpang. Mereka ini bukan pekerja sektor esensial maupun kritikal, sekadar ingin jalan-jalan,” ujarnya, Rabu (14/7/2021).

Jika operasional Bus Suroboyo tidak segera dihentikan, Imam khawatir malah bisa jadi pemicu penularan Covid-19. “Sopir dan kernetnya sangat beresiko tertular,” ucapnya.

Sebaliknya, legislator asal Partai Nasdem itu menyarankan agar anggaran operasional Bus Suroboyo dialihkan untuk membantu kebutuhan sembako masyarakat.

“Saat ini ada 18 bus yang beroperasional. Lumayan kalau anggaran BBM-nya untuk membeli sembako kemudian disalurkan ke masyarakat, daripada dibuang-buang seperti ini,” ujarnya.

Imam juga menekankan, supaya Pemkot Surabaya benar-benar memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat di masa PPKM Darurat.

“Kasihan banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja, bekerja mereka dibatasi. Kasihan para pekerja harian,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya