Polisikan Gus Muwafiq, Gus Hans: FPI Jangan Cari Panggung

DIANGGAP MENGHINA NABI: Gus Muwafiq, ceramahnya dianggap menghina Nabi Muhammad Saw. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DIANGGAP HINA NABI: Gus Muwafiq, ceramahnya dianggap hina Nabi Muhammad Saw. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, meminta Front Pembela Islam (FPI) agar tidak mencari panggung dengan melaporkan pendakwah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq ke Bareskrim Mabes Polri.

“Mereka tak lagi bicara soal konten (isi ceramah), tapi mencari celah untuk menyerang orang-orang yang selama ini dekat dengan Istana (Negara). FPI jangan cari panggung,” tegas Gus Hans kepada Barometerjatim.com, Rabu (4/12/2019).

“Saya melihat ini masih ada kaitannya dengan Pilpres 2019, Istana, dan luar lingkaran Istana. Selama ini kan beberapa kali Gus Muwafiq diundang ke Istana,” tandas cicit ulama besar pendiri Ponpes Darul Ulum Jombang, KH Tamim Irsyad tersebut.

Lantaran Gus Muwafiq kerap diundang ke Istana, lanjut Gus Hans, membuat orang-orang di luar lingkaran Istana mencoba mencari ‘keplesetnya’. “Tapi enggak ketemu, lalu dengan hal seremeh ini kemudian dipakai alat untuk menyerang kelompok di lingkaran Istana,” paparnya.

Apalagi, kata Gus Hans, FPI dan kelompoknya sedang mencari common enemy untuk menyolidkan internal mereka, setelah energinya berkurang pasca Partai Gerindra dan Prabowo Subianto bergabung Istana.

“Mungkin karena temannya semakin berkurang, akhirnya apapun dijadikan alat politik untuk ngetes solidaritas internal mereka. Reuni 212 kemarin kan enggak terlihat berhasil,” ucapnya.

“Mereka memang butuh isu untuk menyatukan barisan dan kebetulan ketemunya ini (ceramah Gus Muwafiq). Tapi sayang, isunya kurang nendang, yang dibuat trigger-nya kurang nendang,” imbuhnya.

Adakah saran untuk Gus Muwafiq agar ke depan materi dakwahnya tidak lagi memicu protes? “Apa yang disarankan? Isi dakwah yang disampaikannya biasa saja, enggak ada masalah. Soal kenapa sampai dipolisikan, ya namanya orang lagi sakit tenggorokan,” katanya.

Tak Lengkap, Laporan Ditolak

Seperti diberitakan, anggota DPP FPI, Amir Hasanudin melaporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Mabes Polri namun laporan tersebut ditolak lantaran ada berkas yang kurang, yakni soal terjemahan bahasa Jawa.

“Terjemahan. Soalnya pidatonya kan bahasa Jawa,” ujar kuasa hukum pelapor, Azis Yanuar, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Karena itu, kata Aziz, pihaknya akan menyertakan kembali syarat yang diminta Bareskrim dan setelah itu baru mendapatkan nomor laporan.

Pendakwah kelahiran Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jatim yang kini tinggal di Yogyakarta, DIY itu dilaporkan terkait potongan ceramahnya yang viral dianggap melecehkan Nabi Muhammad Saw.

Dia menyebut Nabi Muhammad Saw lahir biasa saja, tidak besinar seperti yang digambar sejumlah orang selama ini. Sebab, jika terlihat bersinar maka ketahuan bala tentara Abrahah.

Dalam ceramahnya di Purwodadi, Jawa Tengah tersebut, Gus Muwafiq juga menyebut Nabi Muhammad Saw saat kecil rembes karena diasuh kakeknya, Abdul Muthalib.

Setelah menuai gelombang kritik dari sejumlah pihak, Gus Muwafiq lantas meminta maaf dan menegaskan tidak sedikit pun bermaksud menghina Nabi Muhammad Saw dalam ceramahnya.

» Baca Berita Terkait Gus Hans