Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pengakuan Anwar Sadad: Hanya Setahun Jadi Pengurus NU, tapi Berkahnya Masyaallah!

Berita Terkait

NU PASURUAN: Anwar Sadad, hadiri Harlah ke-99 NU dan peresmian Gedung Olahraga SMK Shalahuddin di Pasuruan. | Foto: IST
NU PASURUAN: Anwar Sadad, hadiri Harlah ke-99 NU dan peresmian Gedung Olahraga SMK Shalahuddin di Pasuruan. | Foto: IST
- Advertisement -

PASURUAN, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad mengaku tak hanya dibesarkan Nahdlatul Ulama (NU) tapi juga mendapat berkah tak terputus setelah sempat menjadi pengurus jamiyah yang pendiriannya dimotori KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Sadad yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jatim, sempat menjadi wakil sekretaris Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pasuruan di era kepemimpinan KH Abdul Mujib Imron yang saat ini menjabat wakil bupati Pasuruan.

“Saya jadi pengurus PCNU Pasuruan itu hanya setahun, 2000 sampai 2021. Tapi berkahnya ini masyaallah, berkali lipat,” katanya saat menghadiri peringatan Harlah ke-99 NU dan peresmian Gedung Olahraga SMK Shalahuddin di Bugul Kidul, Pasuruan, Kamis (17/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron; Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan; KH Muzakki Birrul Alim; serta pengurus Ma’arif NU.

Berkah yang dimaksud Sadad, yakni sudah empat periode ini atau 20 tahun dirinya menjadi wakil rakyat di DPRD Jatim. Bahkan di periode keempatnya, dipercaya sebagai wakil ketua DPRD Jatim.

“Jadi saya merasa harus memberikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan sekaligus pelajaran yang penting, dan itu semuanya tidak luput dari tangan dingin Kiai Mujib Imron. Matur nuwun kiai,” kata Sadad.

“Menurut saya ini pelajaran penting yang harus selalu diingat, dan saya secara pribadi hadir di tempat ini supaya tetap dianggap menjadi bagian dari keluar besar PCNU Kabupaten Pasuruan yang kebetulan sekarang mendapat amanah di tempat lain,” sambungnya.

Selebihnya, menurut politikus yang namanya masuk bursa Cagub Jatim 2024 itu, ada pelajaran penting yang didapatkan dari NU, terutama kaitannya dengan eksistensi terhadap bangsa, bahwa NU bukanlah organisasi biasa-biasa saja melainkan dilahirkan para kiai, ulama.

Inilah yang membuat NU, meski dalam kronik perjalanan sejarah pernah dimusuhi pemerintahan, tetap memberikan kontribusi terpentingnya untuk bangsa dan negara.

“Ketika dimusuhi negara, NU tetap kontributif, tetap membina umat, membangun  keumatan, tetap mendirikan sekolah, tetap membina masyarakat,” kata Sadad.

Pun saat NU di tengah panggung kekuasaan, tetap berkontribusi besar seperti sekarang ini. “Kenapa? Bagi NU, berkontribusi tidak terikat dengan apa-apa, tidak terikat dengan kondisi ketika dia mendapatkan posisi apa,” tandasnya.

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin mengucapkan terima kasih kepada para kader NU yang berkiprah di pemerintahan, baik di eksekutif maupun legislatif.

“Silakan berkelana ke berbagai tempat, pada akhirnya pasti kembali ke rumahnya, yaitu NU,” tutur Kiai Imron. “Selain Mas Sadad, PCNU juga banyak dibantu kader NU lainnya di pemerintahan, misalnya ITS NU (Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama) yang telah membuka lebih dari lima prodi.”

» Baca berita terkait Nahdlatul Ulama. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -