Pangdam: Beberapa RS di Jatim Tak Bisa Operasikan Ventilator

SOROTI AWAK VENTILATOR: Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kiri) usai konferensi pers di Mapolda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SOROTI AWAK VENTILATOR: Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kiri) usai jumpa pers di Mapolda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mengejutkan! Beberapa rumah sakit (RS) di Jatim ternyata tidak bisa mengoperasikan ventilator (alat bantu pernapasan). Kegagapan pihak RS ini, dinilai menjadi salah satu penyebab mengapa angka kematian akibat Covid-19 di Jatim tak kunjung bisa ditekan.

Hal itu dibeber Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah saat konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Jatim di Mapolda Jatim, Selasa (21/7/2020) malam. Hadir pula Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran.

Awalnya, Pangdam menyambut gembira angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim yang terus meroket. Per Selasa (21/7/2020) mencapai 10.065 (53,45%) dari kumulatif terkonfirmasi 18.828, bahkan Rabu (22/7/2020) kembali naik menjadi 10.460 (54.78%) dari kumulatif terkonfirmasi 19.093.

“Ini merupakan berita yang menggembirakan buat kita semuanya dan sekaligus hasil jerih payah dari kepemimpinan Ibu Gubernur, dan Polda dengan Kodam mendukung sepenuhnya,” katanya.

Namun Pangdam juga menyoroti angka kematian yang masih tinggi, 1.461 (7,75%) dan Rabu (22/7/2020) kembali ada meninggal baru 35 sehingga menjadi 1.509 (7.90%). Salah satu penyebabnya: Sejumlah RS gagap mengoperasikan ventilator.

“Tadi pagi kami rapat dengan dr Krisna (Kolonel CKM dr Krisna Mukti, penanggung jawab RS Lapangan Indrapura), ternyata ada beberapa hal juga yang membuat angka kematian kita belum bisa direm,” katanya.

“Di antaranya beberapa rumah sakit ini punya ventilator, tetapi ventilatornya tidak ada yang mengawaki. Ada di rumah sakit ini, ventilator ada, tapi tidak ada yang bisa mengoperasikan,” tandasnya tanpa menyebut nama RS yang dimaksud.

Menurut Pangdam, hal ini menjadi temuan baru sehingga Forkopimda Jatim akan secepatnya melakukan kerja sama dengan salah satu RS, bisa miliknya Universitas Airlangga (Unair) atau yang lain, minta segera dibimbing bagaimana cara mengawaki ventilator.

“Karena ventilator cukup efektif untuk menyembuhkan pasien-pasien ini,” tegas Pangdam yang dikenal suka blak-blakan, termasuk pernah mengkritik kepala daerah di Surabaya Raya agar tidak melakukan ‘drama’ dalam menangani Corona.

Pengdam menambahkan, sebetulnya mengawaki ventilator hanya persoalan teknis. “Nanti kita cara tenaga sukarelawan supaya bisa mengoperasikan, dalam waktu dekat teralisasi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Kodam V Brawijaya