Idul Adha, Kapolda Jatim Minta Tak Ada Silaturahmi Fisik!

IDUL ADHA: Irjen Pol Fadil Imran bersama Khofifah, silaturahim virtual saat Idul Adha. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
IDUL ADHA: Irjen Pol Fadil Imran bersama Khofifah, minta silaturahmi virtual saat Idul Adha. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kerja keras sudah ditunjukkan Forkopimda Jatim maupun kabupaten/kota dalam upaya mengendalikan Corona. Hal itu bisa dilihat pada angka kesembuhan yang menembus 10.065 (53,45 persen) dari 18.828 kumulatif terkonfirmasi, per 21 Juli 2020.

Namun kerja keras Forkopimda perlu diimbangi disiplin masyarakat dalam menerapkan potokol kesehatan. Mulai memakai masker hingga physical distacing. Jika tidak, kehawatiran second wave (gelombang kedua) Covid-19  bisa nyata.

Rate of transmission kita ini kan sekarang sudah di bawah satu, tapi ini kan sangat dinamis,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran saat konferensi pers Penanganan Covid-19 di Jatim di Mapolda Jatim, Selasa (21/7/2020) malam.

Karena itu, Kapolda mewanti-wanti betul agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan, utamanya saat Hari Raya Idul Adha 1441 H, 31 Juli 2020. Masyarakat diminta tidak melakukan silaturahmi secara fisik.

“Titip pesan, sebentar lagi Hari Raya Idul Adha. Kami sarankan supaya silaturahmi melalui zoom saja atau melalui virtual,” katanya dalam konferensi pers yang juga dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa serta Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

“Kita punya pengalaman kemarin ketika Idul Fitri, dimana ketika saudara-saudara kita melakukan silaturahmi dengan sedikit mengesampingkan protokol kesehatan,” sambungnya.

Sebenarnya, saat Idul Fitri lalu Polda Jatim sudah menyarankan agar masyarakat silaturahmi melalui virtual, namun masih banyak yang melaksanakannya secara fisik dan berimbas angka rate of transmission terus naik.

“Itu yang dikatakan dokter Joni (Dirut RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi) tadi menjadi second wave kita,” kata Fadil.

Jenderal polisi bintang dua itu berharap, format yang sudah didapatkan dari hulu ke hilir ini bisa mengendalikan, mengontrol, dan mengembangkan terus partisipasi masyarakat.

“Memperbaiki terus kinerja satuan gugus tugas, memperbaiki terus Rumah Sakit Lapangan, rumah karantina dan sebagainya. Saya optimsi akan hal tersebut,” katanya.

» Baca Berita Terkait Covid-19, Polda Jatim