Pandemi, NU Surabaya Sarankan Shalat Id Berbasis Komunitas

SHALAT ID: Muhibbin Zuhri, sarankan pelaksanaan shalat Idul Fitri berbasis komunitas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SHALAT ID: Muhibbin Zuhri, sarankan pelaksanaan shalat Idul Fitri berbasis komunitas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, KH Muhibbin Zuhri menyarankan sebaiknya pelaksanaan shalat Idul Fitri (Id) tahun ini digelar berbasis komunitas karena masih situasi pandemi.

“Kita menyarankan supaya pelaksanaan shalat Id itu berbasis komunitas, karena mereka saling kenal antara satu jamaah dengan yang lain sehingga lebih aman. Tentu saja tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya, Kamis (6/6/2021).

Karena itu, menurut Muhibbin, perlu diperbanyak shalat Id di mushala, tetangga RT, kompleks perumahan, dan komunitas lainnya. Apalagi tahun ini masih ada larangan mudik sebagai ikhtiar memutus penyebaran Covid-19.

“Larangan mudik itu, berarti jumlah warga kita yang tinggal di Surabaya pada hari Id kan banyak dan dimungkinkan terjadi pembludakan jamaah,” katanya.

Maka kalau shalat Id hanya terkonsentarsi di satu tempat, tandas Muhibbin, justru rawan penyebaran Covid-19. “Sebaiknya semakin banyak tempat semakin baik, dan saya sarankan berbasis komunitas,” tandasnya.

Soal pro-kontra shalat Id di rumah saja bersama keluarga, menurut Muhibbin, merujuk seruan PWNU Jatim Nomor 911/PW/A-II/L/IV/2021, Surabaya tidak termasuk zona merah maka dimungkinkan menggelar shalat Id di masjid, lapangan, dan tempat lainnya.

“Tapi kita mengimbau supaya di dalam pelaksanaanya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, yaitu dengan cara memperbanyak panitia yang melayani jamaah, memastikan pelaksanaan prokesnya, juga harus bekerja sama dengan Satgas Covid-19 setempat,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona