Masjid Al Akbar Gelar Shalat Id, Gus Hans: Jangan Buru-buru!

JANGAN BURU-BURU: Gus Hans, pengelola Masjid Al Akbar jangan buru-buru putuskan gelar shalat Id. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN BURU-BURU: Gus Hans, pengelola Masjid Al Akbar jangan buru-buru putuskan gelar shalat Id. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans berpendapat, sebaiknya pengelola Masjid Al Akbar Surabaya tak buru-buru mengeluarkan keputusan akan menggelar shalat Idul Fitri (Id) 1442 H karena situasi Covid-19 masih fluktuatif.

Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim lewat tausiyah Nomor 05/MUI/JTM/IV/2021 justru mengimbau agar shalat Id dilakukan di rumah bersama keluarga, agar tidak menimbulkan kerentanan penularan virus mematikan tersebut.

“Saya melihat sesuai dengan struktur dan domainnya, MUI Jatim itu kan kemitraanya dengan provinsi. Menurut saya, itu harus menjadi referesi bagi provinisi untuk menentukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Ini boleh menggelar shalat (Id) atau tidak,” katanya di Surabaya, Jumat (30/4/2021).

“Nah, saya melihat, Masjid Al Akbar ini adalah reperesentasi, bentuk orang mengatakan ini masjidnya Pemprov-lah. Mestinya harus seiring antara Pemprov dan MUI Jatim,” sambungnya.

Jika MUI Jatim mengimbau agar tidak shalat Id di masjid, tegas Gus Hans, sebaiknya pengelola Masjid Al Akbar menahan diri sampai dipastikan H-5 Idul Fitri tentang status Covid-19.

“Ini kan naik turun fluktuasinya. Sekarang mungkin masih oranye, siapa tahun nanti, mudah-mudahan tidak ya, itu nanti mengarah ke sana menjadi warna lain,” kata Gus Hans.

“Maka menurut saya, jangan buru-buru pengelola masjid itu menentukan (menggelar) shalat dan tidak shalat (Id), tapi lihat dulu kondisinya,” ucapnya.

Terlebih, tandas Gus Hans yang juga pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang, Masjid Al Akbar representasi Pemprov Jatim. Jangan sampai, seakan-akan tidak sejalan antara MUI dengan Pemprov Jatim, padahal selama ini sangat harmonis.

“Mari jaga keharmonisan antara MUI dan Pemprov Jatim ini dengan tidak buru-buru menentukan (menggelar) shalat atau tidak shalat (Id). Mohon menjaga harmonisasi antara MUI dengan Pemprov yang selama ini sangat baik sekali,” tuntasnya.

Sebelumnya diberitakan, MUI Jatim mengimbau umat Islam agar melaksanakan shalat Id di rumah bersama keluarga untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Namun pengelola Masjid Al Akbar Surabaya memutuskan, akan tetap menggelar shalat Id dengan protokol kesehatan ketat, termasuk membatasi jumlah jamaah hanya 15 persen dari kapasitas masjid.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona