NU Sidoarjo Bakal Dikucuri Rp 25 M, Simak Reaksi PWNU Jatim!

ANGGARAN UNTUK NU: KH Marzuki Mustamar, anggaran untuk elemen masyarakat sebaiknya proporsional. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
ANGGARAN UNTUK NU: KH Marzuki Mustamar, anggaran untuk elemen masyarakat sebaiknya proporsional. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar meminta wartawan untuk menanyakan langsung ke Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor terkait rencana kucuran Rp 25 miliar dari Pemkab untuk NU Sidoarjo.

“Lebih baik ditanyakan langsung pada Gus Muhdlor juga DPRD di sana, apa sudah disetujui jadi Perda apa belum, sudah digedok apa belum,” katanya di kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al kbar Timur 9 Surabaya, Rabu (10/3/2021).

“Misalnya belum, ada baiknya sampeyan wartawan juga memberi masukan. Mohon elemen masyarakat itu enggak hanya satu,” tandas kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Syabilur Rosyad Kota Malang tersebut.

Menurut Kiai Marzuki, anggaran yang diberikan untuk Ormas keagamaan maupun elemen masyarakat yang lain sebaiknya proporsional biar tidak terjadi saling iri.

“Lalu dunia profesi. Misalnya pelaku seni budaya, mungkin ono kentrung macam-macam, itu juga ada dana binaan, sekian. Kemudian di bawah Islam atau NU, banjari, macam-macam juga diberi dana pembinaan sekian,” paparnya.

Namun untuk lebih terangnya, sekali lagi, Kiai Marzuki menyarankan wartawan sebaiknya tabayyun Gus Muhdlor dengan pihak eksekutif dan legislatif Sidoarjo.

“Itu apa sudah jadi Perda apa belum, kalau belum sebaiknya segera ikut-ikut memberi masukan,” katanya.

Soal rencana kucuran anggaran Rp 25 miliar dari Pemkab untuk NU Sidoarjo ini, sebelumnya dilontarkan Wabup Subandi. Dia bahkan membandingkan dengan Pemkab Banyuwangi yang mampu mengalokasikan Rp 26 miliar untuk NU setempat yang APBD-nya tak sebesar Sidoarjo.

Terkait Sidoarjo yang dibandingkan dengan Banyuwangi, Kiai Marzuki enggan memberikan tanggapan. “Itu kami enggak tahu. Kami tidak tahu juga apa elemen lain dapat sesuai dengan porsi dan proporsinya, jadi kami enggak bisa tanggapi,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama